6,1 Juta Peserta Ikut Edukasi Keuangan, OJK Gencarkan Literasi Finansial

AKURAT.CO Di tengah maraknya penipuan digital dan kejahatan keuangan daring, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meningkatkan intensitas edukasi keuangan secara masif.
Hingga pertengahan 2025, lebih dari 6,1 juta masyarakat telah terlibat dalam program literasi finansial yang digelar OJK di berbagai daerah.
Kepala Eksekutif Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa peningkatan literasi masyarakat adalah kunci dalam menekan dampak penipuan keuangan yang kian merajalela.
“Dari 1 Januari hingga 30 Juni 2025, kami menyelenggarakan 2.937 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 6,17 juta peserta,” ujar Friderica saat konferensi pers, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga: OJK Lapor Aset Kripto dan Fintech Kian Dilirik, Transaksi Capai Rp49,57 Triliun di Bulan Mei 2025
Tak hanya edukasi langsung, OJK juga menjalankan program GENCARKAN yang terdiri atas lebih dari 22 ribu kegiatan edukatif, baik secara luring maupun daring. Total peserta yang terjangkau dari program ini mencapai 110,3 juta orang, termasuk 105,4 juta viewers dari edukasi keuangan digital.
OJK juga menggandeng media massa untuk memperluas jangkauan literasi keuangan melalui pelatihan Training of Trainers (ToT) kepada redaktur dan wartawan. Mereka diharapkan menjadi agen penyebar informasi keuangan yang akurat dan terpercaya.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi berbagai pihak dalam edukasi keuangan, OJK akan menggelar KEJAR Award 2025. Ajang ini memberikan penghargaan kepada sektor perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang aktif mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Baca Juga: Tarif Impor AS Naik, OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Masih Terkendali
“Perlindungan konsumen bukan hanya soal penindakan, tapi juga mencegah sejak dini lewat edukasi. Karena itu, program literasi kami akan terus diperluas,” kata Friderica.
Langkah OJK ini menjadi penting mengingat tingginya potensi kerugian akibat minimnya pemahaman masyarakat terhadap produk jasa keuangan.
Literasi yang baik diyakini dapat menciptakan konsumen yang lebih cermat dan tahan terhadap godaan investasi ilegal maupun pinjaman online abal-abal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







