PALM Kantongi Restu Rights Issue dan Private Placement Senilai Triliunan Rupiah

AKURAT.CO PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) secara resmi memperoleh persetujuan dari para pemegang saham untuk melaksanakan dua aksi korporasi strategis, yakni Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue, serta Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Persetujuan itu diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Independen (RUPSI) yang digelar di Jakarta.
Dalam aksi korporasi tersebut, PALM berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 4,71 miliar saham baru melalui skema rights issue dan sekitar 1,57 miliar saham melalui private placement. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas portofolio investasi dan memperkuat struktur permodalan.
Baca Juga: Ketegangan Geopolitik Timur Tengah Guncang Pasar Asia, Rupiah dan Bursa Saham Tertekan
Presiden Direktur PALM, Tri Boewono, menegaskan bahwa aksi ini didukung penuh oleh para pemegang saham sebagai bentuk keyakinan terhadap arah strategis perusahaan.
"Dana yang diperoleh akan digunakan secara selektif, disiplin, dan terukur untuk memperkuat keuangan dan memperluas portofolio investasi kami di sektor sumber daya alam, teknologi, media, telekomunikasi, serta logistik," ujar Tri dalam keterangan yang diterima, Kamis (26/6) 2025).
Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses akan dijalankan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
“Kami menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan aksi korporasi ini, serta memastikan bahwa langkah ini memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Tri.
Baca Juga: Deretan Saham Primadona di Tengah Melemahnya IHSG 3 Hari Beruntun
Manajemen juga mengingatkan para pemegang saham untuk memperhatikan risiko potensi dilusi kepemilikan apabila tidak menggunakan haknya dalam aksi rights issue. Hal ini menjadi bagian dari edukasi dan transparansi perusahaan dalam pelaksanaan aksi korporasi terbuka.
Dari sisi kinerja, hingga kuartal I-2025, PALM mencatatkan total aset sebesar Rp7,40 triliun. Sebagian besar nilai ini berasal dari total investasi sebesar Rp7,28 triliun, yang tersebar di berbagai sektor. Investasi PALM mencakup kepemilikan saham pada perusahaan-perusahaan publik seperti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).
Direktur Investasi dan Portofolio PALM, Ellen Kartika, menjelaskan bahwa perusahaannya menggunakan metode pencatatan keuangan berbasis Mark to Market, yaitu pencatatan berdasarkan nilai pasar terkini.
"Pendekatan ini memberikan transparansi dan mencerminkan kondisi pasar secara real-time terhadap nilai investasi kami,” jelas Ellen.
Ellen juga menegaskan bahwa kerugian investasi yang tercatat dalam laporan keuangan adalah unrealized loss, bukan kerugian yang telah terealisasi. Fluktuasi tersebut semata-mata mencerminkan dinamika pasar dan tidak mengindikasikan penurunan nilai fundamental dari portofolio yang dimiliki PALM.
Meski di tengah volatilitas pasar global, Ellen menilai PALM masih berada dalam posisi yang kuat.
"Kami tetap optimistis bahwa perusahaan akan terus bertumbuh dan menjaga stabilitas, apalagi dengan strategi optimalisasi nilai atas investasi strategis yang kami kelola," ujarnya.
PT Provident Investasi Bersama Tbk sendiri dikenal sebagai perusahaan investasi terkemuka di Indonesia. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2012, PALM konsisten menjalankan strategi investasi jangka panjang dengan pendekatan kehati-hatian. Perseroan didukung oleh Provident Capital Indonesia sebagai pemegang saham utama, serta memiliki akses terhadap sumber daya dan jaringan investasi yang kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










