Akurat

Divestasi Saham BVS, Bank Victoria Kantongi Laba Rp100,7 Miliar

Hefriday | 20 Juni 2025, 22:56 WIB
Divestasi Saham BVS, Bank Victoria Kantongi Laba Rp100,7 Miliar

AKURAT.CO PT Bank Victoria Internasional Tbk (BVIC) mencatatkan keuntungan sebesar Rp100,7 miliar dari hasil divestasi kepemilikan sahamnya di PT Bank Victoria Syariah (BVS).

Langkah strategis ini menyusul akuisisi resmi BVS oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang dilakukan pada 11 Juni 2025, dengan nilai transaksi yang dilaporkan mencapai sekitar Rp1,5 triliun.

Wakil Direktur Utama BVIC, Rusli, mengungkapkan bahwa perusahaan sebelumnya memegang 19,8% saham di BVS. Rusli menyebut divestasi dilakukan dalam bentuk penyerahan izin usaha. 
 
“Transaksi ini dalam bentuk cangkang, jadi yang kami lepas adalah izin usaha,” jelas Rusli di sela paparan publik, Jumat (20/6/2025).
 
Divestasi ini menjadi bagian dari langkah BTN dalam mempercepat proses pemisahan (spin-off) unit usaha syariahnya untuk membentuk entitas syariah mandiri.
 
 
Aksi korporasi ini sejalan dengan ketentuan regulator mengenai pemisahan unit usaha syariah dari induk bank konvensional, sebagaimana diatur dalam regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Rusli menjelaskan, meskipun BVIC telah melepas kepemilikan saham di BVS, perseroan masih berpotensi menerima limpahan aset dan liabilitas dari entitas syariah tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dampaknya terhadap kinerja keuangan BVIC diperkirakan tidak signifikan. 
 
“Aset BVS itu tidak sampai Rp3 triliun, sementara aset BVIC saat ini sudah mencapai sekitar Rp31 triliun,” ujarnya.
 
Pasca divestasi, para nasabah BVS diberikan pilihan untuk berpindah ke BVIC sebagai bank konvensional atau tetap melanjutkan layanan di bawah BTN Syariah.
 
Rusli mengakui bahwa sebagian nasabah tidak keberatan untuk beralih ke BVIC, khususnya nasabah korporasi. Namun, nasabah ritel yang menjunjung tinggi prinsip syariah cenderung memilih bertahan di jalur perbankan syariah.
 
Lebih dari sekadar mencatatkan laba, langkah ini juga dinilai memperkuat neraca keuangan BVIC dan membuka ruang strategis baru untuk fokus pada pengembangan lini bisnis utama.
 
Rusli menyebut divestasi ini menjadi momentum bagi perseroan untuk menata ulang arah transformasi dan meningkatkan efisiensi operasional.
 
“Dampak secara operasional tidak besar, namun secara strategis ini memberi fleksibilitas baru bagi BVIC untuk melangkah lebih fokus,” ujarnya. 
 
Fokus utama perseroan ke depan adalah memperkuat layanan perbankan konvensional, khususnya dalam ekspansi kredit berkualitas dan pengembangan platform digital.
 
Dengan pelepasan unit syariah, BVIC kini berencana mengoptimalkan potensi pertumbuhan di sektor-sektor strategis. Strategi bisnis perusahaan akan diarahkan pada peningkatan efisiensi, pertumbuhan berkelanjutan, dan peningkatan nilai tambah bagi pemegang saham.
 
Langkah transformasi ini juga menjadi sinyal kuat bahwa BVIC ingin lebih adaptif terhadap dinamika pasar dan persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif.
 
Perseroan optimistis bahwa struktur yang lebih ramping akan mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan daya saing.
 
Sementara itu, akuisisi BVS oleh BTN turut mempertegas langkah BUMN tersebut dalam memperluas cakupan layanan perbankan syariah.
 
BTN menargetkan pembentukan entitas syariah yang mandiri dapat meningkatkan kontribusi sektor syariah terhadap portofolio bisnisnya secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa