Belanja Negara Tembus Rp1.016 Triliun, Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

AKURAT.CO Akselerasi penyaluran belanja negara menjadi tumpuan penting bagi upaya pemerintah dalam memperkuat daya dorong ekonomi nasional. Hingga Mei 2025, realisasi belanja mencapai Rp1.016,3 triliun atau 28,1% dari pagu APBN sebesar Rp3.621,3 triliun.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa angka tersebut mengalami lonjakan signifikan dibanding April 2025 yang hanya mencapai Rp806,2 triliun. Peningkatan ini dinilai positif dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah tantangan global.
“Belanja negara tetap menjadi instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kementerian dan lembaga terus kami dorong untuk mempercepat penyerapan anggaran,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (17/6/2025).
Baca Juga: Produksi Minyak RI Tembus 610 Ribu Barel, Lampaui Target APBN 2025
Dari jumlah tersebut, belanja pemerintah pusat tercatat Rp694,2 triliun. Komponen belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp325,7 triliun, sedangkan belanja non-K/L sebesar Rp368,5 triliun. Sementara itu, belanja transfer ke daerah (TKD) terealisasi Rp322 triliun atau 35% dari target.
Menurut Sri Mulyani, percepatan belanja diperlukan untuk menjaga konsumsi pemerintah sebagai motor penggerak ekonomi. Terlebih, tantangan eksternal seperti ketegangan geopolitik dan penurunan harga komoditas dapat berdampak langsung pada pertumbuhan nasional.
“Belanja negara yang tepat sasaran akan memperkuat jaring pengaman sosial dan mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendorong produktivitas,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyaluran anggaran juga mencakup dukungan untuk proyek strategis nasional dan sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Baca Juga: DPR Desak Afirmasi APBN Atasi Kemiskinan Tinggi di NTT
Meski defisit mulai terjadi, Sri Mulyani menyebut APBN masih dalam posisi kuat karena keseimbangan primer tetap mencetak surplus Rp192,1 triliun. Hal ini menunjukkan pengelolaan fiskal yang pruden.
“APBN adalah instrumen penting untuk memastikan bahwa tekanan eksternal tidak mengganggu pembangunan nasional. Kami tetap berhati-hati dan adaptif,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









