Antam Bagikan Seluruh Laba Rp3,64 Triliun Sebagai Dividen
Camelia Rosa | 12 Juni 2025, 19:16 WIB

AKURAT.CO PT Aneka Tambang (ANTM) atau Antam memutuskan membagikan dividen sebesar Rp3,64 triliun atau Rp151,77 per saham. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ANTM yang digelar di Hotel Borobudur hari ini, Kamsi (12/6/2025).
"Jadi 100 persen akan dibagikan sebagai dividen, ini juga merupakan bentuk nyata komitmen kami untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham," jelas Direktur Utama ANTM Achmad Ardianto.
Achmad menuturkan, pembagian dividen bukan hanya mencerminkan kinerja keuangan yang sehat, tetapi juga menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan daya beli dan likuiditas pasar.
"Artinya, pembagian 100% dari dividen ini bagi para investor hal ini tentu menjadi sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan going concern antam ke depan. Sekaligus memperkuat daya tarik saham antam sebagai aset yang solid dan mempunyai daya saing yang tinggi di pasar modal," tuturnya.
Achmat Ardianto menekankan, perusahaan akan selalu senantiasa menjaga fundamental bisnis yang sedang terus dibangun dan diperkuat agar bisa semakin kuat dan berkelanjutan. Ia juga berharap, perusahaan dapat terus memberikan kontribusi bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam RUPST, perseroan sepakat melakukan perubahan susunan pengurus. Pemegang saham sepakat menunjuk Achmad Ardianto menjadi Direktur Utama menggantikan Nicolas D Kanter yang telah menjabat sejak 23 Desember 2021.
Sebagai informasi, Achmad Ardianto sebelumnya merupakan orang internal Antam. Sebelum diangkat menjadi Dirut, Ardianto menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia perseroan sejak 2008 hingga 2013.
Ardianto juga telah menempati berbagai posisi di sejumlah korporasi, diantaranya, Head of Corporate HR PT Nestle Indonesia pa 2013 hingga 2016, Director of Human Resources and Security PT Freeport Indonesia pada 2016 hingga 2020, Direktur Utama PT Garam (Persero) pada 2020 hingga 2021, dan Direktur Utama PT Timah Tbk. pada 2021 hingga 2023.
Selain jajaran direksi, pemegang saham juga sepakat merombak susunan komisaris. Pemegang saham sepakat memberhentikan dengan hormat Gumilar Rusliwa Somantri dan Anang Sri Kusuwardono dari posisi Komisaris Independen. Kemudian Dilo Seno Widagdo juga diberhentikan dari posisi Komisaris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










