Mandiri Sekuritas Jajaki Sektor Potensial IPO

AKURAT.CO Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, mengungkapkan bahwa minat perusahaan untuk melantai di bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) terus menunjukkan tren positif di tahun 2025.
Perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari sumber daya alam (natural resources), konsumsi (consumer goods), hingga kesehatan (healthcare), disebut tengah menjajaki peluang masuk ke pasar modal Indonesia.
Menurut Oki, antusiasme ini menunjukkan adanya kepercayaan dari pelaku usaha terhadap potensi pendanaan di pasar modal, meskipun dinamika ekonomi global dan domestik masih fluktuatif.
Lebih lanjut, Oki menjelaskan bahwa Mandiri Sekuritas saat ini tengah melakukan penjajakan mendalam terhadap kondisi pasar. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan waktu yang tepat dan strategi yang optimal sebelum melangsungkan IPO.
Oki menegaskan, pihaknya tak hanya mempertimbangkan sektor bisnis, tetapi juga memperhatikan narasi atau cerita bisnis (company story) dari masing-masing calon emiten. Narasi yang kuat dinilai menjadi kunci untuk menarik minat investor, terutama dalam iklim investasi yang kompetitif.
Sementara itu, terkait rencana IPO dari perusahaan milik negara, Oki mengungkapkan bahwa Mandiri Sekuritas masih melakukan diskusi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Sejauh ini, Mandiri Sekuritas telah sukses menghantarkan tiga perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2025. Hal ini menunjukkan kapabilitas Mandiri Sekuritas sebagai underwriter dalam mengarahkan perusahaan menuju go public secara strategis dan tepat waktu.
Dalam lain hal, Bursa Efek Indonesia mencatat hingga 2 Mei 2025, terdapat 30 perusahaan yang berada dalam pipeline untuk menggelar IPO. Angka ini mencerminkan gairah yang cukup tinggi terhadap pembiayaan melalui pasar modal.
Adapun dari 30 perusahaan tersebut, tiga perusahaan tergolong sebagai emiten skala kecil dengan total aset di bawah Rp50 miliar. Sementara itu, 17 perusahaan memiliki aset menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









