Saham Antam Melonjak Usai Laba Bersih Meroket 794 Persen pada Kuartal Pertama 2025

AKURAT.CO Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencuri perhatian investor pada awal perdagangan Selasa (6/5/2025). Lonjakan harga saham terjadi seiring laporan keuangan kuartal pertama 2025 yang menunjukkan pertumbuhan laba signifikan.
Dikutip dari laman Investor, harga saham ANTM tercatat naik 6,03% ke level Rp2.460 per saham. Volume perdagangan mencapai 121 juta lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp296 miliar, tersebar dalam lebih dari 16.000 kali transaksi.
Peningkatan minat investor terhadap saham Antam tidak lepas dari kinerja keuangan yang dirilis emiten tambang pelat merah tersebut. Antam mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,1 triliun pada kuartal I 2025, melonjak hingga 794% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Baca Juga: Kinerja Positif, Saham Darma Henwa Ditaksir Tembus Rp300
Menurut laporan riset yang disusun dari Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan, pencapaian laba tersebut jauh melampaui ekspektasi pasar. Laba bersih Antam sudah mencakup sekitar 46% dari proyeksi Indo Premier dan 51% dari konsensus analis.
Kinerja gemilang ini didorong oleh penjualan emas yang tetap kuat meskipun mengalami penurunan tipis 10% secara kuartalan (qoq). Penjualan emas pada kuartal I 2025 disebut sudah mencakup sekitar 32% dari target tahunan perusahaan yang mencapai 40 ton.
Selain itu, sektor nikel juga memberikan kontribusi besar terhadap kinerja perusahaan. Laba bersih dari bisnis nikel tumbuh hampir empat kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya, didukung oleh peningkatan volume dan harga jual bijih nikel.
Pendapatan Antam secara keseluruhan tercatat stabil di angka Rp26,2 triliun, meningkat 1% dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, margin laba kotor (gross profit margin) meningkat signifikan sebesar 470 basis poin berkat harga jual rata-rata (ASP) emas yang lebih tinggi serta premi bijih nikel yang naik.
Baca Juga: BI: Aliran Modal Asing Terus Positif Meski Ada Penurunan di Pasar Saham
Dari sisi efisiensi, beban operasional (operating expenses) turun tajam hingga 25% menjadi Rp945 miliar. Selain itu, Antam mencatat laba selisih kurs sebesar Rp98 miliar dan pendapatan lain-lain senilai Rp18 miliar, yang turut memperkuat laba bersih perusahaan.
Tanpa memperhitungkan pendapatan non-operasional tersebut, laba bersih inti Antam masih tercatat impresif di kisaran Rp2 triliun, atau naik dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Indo Premier Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ANTM, dengan target harga Rp2.500 per saham. Menurut mereka, valuasi saham Antam masih menarik dengan rasio price to earnings (P/E) FY25F sebesar 11 kali, didukung oleh pertumbuhan laba per saham (EPS) yang kuat dan arus kas bebas (free cash flow) yang stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










