Cara Menghitung Bunga Deposito, Panduan Lengkap untuk Calon Investor

AKURAT.CO Deposito menjadi salah satu pilihan investasi yang populer di Indonesia. Produk ini banyak dipilih karena menawarkan tingkat bunga lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa, namun tetap memiliki risiko yang relatif rendah.
Dengan karakteristik tersebut, deposito cocok bagi nasabah yang ingin menyimpan dana dalam jangka waktu tertentu tanpa harus menghadapi fluktuasi pasar seperti yang terjadi pada saham atau reksa dana.
Mengapa Penting Memahami Cara Menghitung Bunga Deposito?
Meskipun banyak digunakan, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara menghitung bunga deposito secara tepat.
Baca Juga: Musim Konser Tiba, Udah Siapin Budget-nya Belum? Cek Tips Keuangan Ini
Padahal, pemahaman ini sangat penting agar calon deposan dapat memperkirakan berapa keuntungan bersih yang akan diterima, terutama setelah dikurangi pajak.
Rumus Menghitung Bunga Deposito
Dikutip dari laman Keuangan, Sabtu (3/5/2025), berikut adalah rumus umum untuk menghitung bunga deposito:
Bunga = (Nominal Deposito × Suku Bunga Tahunan × Tenor dalam Hari) ÷ 365
Contoh simulasi:
Jika seseorang menyimpan dana sebesar Rp100 juta dalam deposito berjangka 3 bulan dengan bunga 5% per tahun, maka perhitungannya adalah:
(Rp100.000.000 × 5% × 90) ÷ 365 = Rp1.232.876,71 (bunga kotor)
Baca Juga: 3 Tips Keuangan untuk Bayar Cicilan KPR di Tengah Kenaikan Suku Bunga BI
Namun, perlu diingat bahwa hasil tersebut belum dipotong pajak.
Pajak Bunga Deposito di Indonesia
Di Indonesia, pemerintah menetapkan pajak atas bunga deposito sebesar 20% untuk nominal di atas Rp7,5 juta. Maka dari itu, bunga bersih yang diterima adalah:
Bunga Bersih = Bunga Kotor – (20% × Bunga Kotor)
Bunga Bersih = Rp1.232.876,71 – (0,2 × Rp1.232.876,71) = Rp986.301,37
Jumlah bunga bersih tersebut akan masuk ke rekening nasabah bersamaan dengan pencairan dana pokok saat jatuh tempo.
Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Bunga Deposito
Selain nominal dan tenor, besarnya suku bunga deposito juga dipengaruhi oleh kebijakan masing-masing bank serta kondisi pasar.
Umumnya, bank-bank besar menawarkan suku bunga lebih rendah dibanding bank digital atau Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Namun demikian, semua tetap berada di bawah pengawasan dan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Ketentuan Jaminan dari LPS
LPS menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat:
- Dana tercatat dalam sistem bank.
- Tidak melebihi suku bunga penjaminan LPS.
- Tidak terindikasi fraud atau penyalahgunaan.
Karena itu, penting untuk memastikan suku bunga deposito yang Anda pilih tidak melebihi batas maksimal suku bunga penjaminan yang ditetapkan LPS.
Sebagai bagian dari transparansi dan kemudahan perencanaan keuangan, banyak bank kini menyediakan kalkulator deposito online.
Alat ini memungkinkan nasabah untuk mensimulasikan bunga yang akan diterima berdasarkan nominal, tenor, dan bunga yang ditawarkan, sehingga keputusan investasi bisa lebih matang.
Memahami cara menghitung bunga deposito bukan hanya bermanfaat untuk mengetahui potensi keuntungan, tetapi juga menghindari ekspektasi berlebihan dan salah perhitungan.
Dengan informasi yang tepat, nasabah dapat membandingkan penawaran dari berbagai bank untuk memperoleh hasil terbaik.
Deposito bisa menjadi bagian dari strategi keuangan jangka pendek hingga menengah, terutama bagi mereka yang menginginkan investasi aman, stabil, dan pasti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










