Akurat

IHSG Masih Akan Bergerak Terbatas, Saham Emiten Emas Patut Diburu

Hefriday | 19 April 2025, 19:31 WIB
IHSG Masih Akan Bergerak Terbatas, Saham Emiten Emas Patut Diburu

AKURAT.CO Pasar saham Indonesia diproyeksikan akan bergerak dalam rentang terbatas di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. 

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak pada kisaran 6.000 hingga 6.600 dalam jangka pendek, dipengaruhi oleh gejolak geopolitik dan potensi perang dagang baru yang dipicu oleh kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
 
Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, mengungkapkan bahwa tingkat volatilitas IHSG saat ini cukup tinggi. Hal ini menyebabkan proyeksi pergerakan indeks menjadi tidak mudah dipastikan. 
 
Namun ia menilai, kemungkinan intervensi kebijakan dari otoritas keuangan dapat menjaga kestabilan pasar agar tidak mengalami tekanan berlebihan.
 
“Awalnya kami perkirakan IHSG akan bergerak antara 6.000–6.500. Namun bila ada stimulus atau intervensi kebijakan yang cukup signifikan, peluang untuk naik ke 6.600 masih terbuka. Setidaknya kita harap tidak jatuh ke bawah 6.500,” kata Rully dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/4/2025). 
 
 
Salah satu faktor eksternal yang menjadi sorotan adalah kebijakan dagang Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Kebijakan yang semakin proteksionis dinilai membawa dampak pada arus perdagangan global serta mempengaruhi sentimen pasar negara berkembang seperti Indonesia.
 
Di tengah ketidakpastian tersebut, Mirae Asset menilai saham-saham sektor pertambangan, khususnya yang berkaitan dengan komoditas emas, menjadi alternatif investasi yang menarik. Emiten seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dinilai memiliki potensi besar untuk tumbuh di tengah kenaikan harga emas dunia.
 
“Harga emas saat ini sedang mengalami tren naik dan ini tentu mendukung outlook positif bagi saham-saham seperti ANTM. Emiten ini memiliki eksposur kuat terhadap komoditas emas dan masih menjadi fokus dalam cakupan riset kami,” ujar Rully.
 
Data pasar menunjukkan bahwa saham ANTM sempat mengalami tekanan signifikan saat crash pada 8 April 2025, turun hingga 14,37% ke level Rp1.400 per saham. Namun dalam waktu kurang dari dua pekan, saham ini berhasil bangkit dan ditutup di level Rp1.945 per 17 April 2025, mencatat kenaikan sekitar 39%.
 
Kinerja positif saham Antam turut menarik perhatian investor asing. Selama periode 9 hingga 17 April 2025, saham ANTM tercatat menjadi salah satu yang paling banyak diborong investor asing, dengan nilai pembelian bersih (net buy) mencapai Rp573,8 miliar.
 
Menurut Rully, lonjakan minat investor terhadap saham tambang emas mencerminkan kecenderungan pelaku pasar untuk mencari instrumen yang relatif aman di tengah fluktuasi ekonomi global. 
 
“Sektor emas bisa menjadi semacam safe haven. Maka dalam jangka pendek, saham-saham terkait emas tetap layak dikoleksi,” tambahnya.
 
Dalam hal ini, Mirae Asset juga mengimbau para investor untuk tetap mencermati faktor risiko jangka pendek yang dapat memicu volatilitas lanjutan di pasar saham. Di antaranya adalah arah kebijakan suku bunga global, dinamika geopolitik, serta perkembangan lebih lanjut terkait perang dagang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa