Kadin Teken MoU dengan Rusia, Buka Peluang Dagang dan Investasi Baru Lewat Jalur Timur Jauh

AKURAT.CO Kerja sama dagang antara Indonesia dan Rusia naik level. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Far East and Arctic Development Corporation (FEDC) asal Rusia.
Penandatanganan ini berlangsung dalam ajang The 13th Session of the Indonesia-Russia Joint Commission on Trade, Economic and Technical Cooperation, di Gedung AA Maramis, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.
Momen ini makin spesial karena disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie (atau akrab disapa Anin), dan Deputy CEO FEDC, Kirill Kamenav, menjadi dua tokoh utama yang menandatangani perjanjian kerja sama tersebut.
Anin menegaskan bahwa Indonesia terus aktif mencari pasar baru dan mitra potensial untuk meningkatkan aktivitas perdagangan serta memperluas jaringan investasi.
“Nomor satu, kita cari market untuk berdagang dan mitra yang bisa sama-sama berinvestasi,” ujar Anin dalam keterangan yang di terima di Jakarta, Rabu (16/4/2025).
Baca Juga: Gandeng Qatar, Kadin Siap Kolaborasi Strategis di Lima Bidang Utama
Ia juga menyinggung sejarah panjang hubungan Indonesia dan Rusia yang sudah terjalin sejak masa awal kemerdekaan. Anin mengingatkan bahwa kerja sama keduanya bahkan melahirkan proyek besar seperti pembangunan Stadion Gelora Bung Karno dan Rumah Sakit Persahabatan.
Saat ini, data perdagangan menunjukkan ekspor Indonesia ke Rusia masih berada di angka hampir USD1 miliar, sementara impor dari Rusia menyentuh angka sekitar USD2,4 miliar.
Produk dari Rusia yang masuk ke Indonesia mayoritas berupa minyak, pupuk, serta hasil laut seperti ikan dan kepiting. Sementara itu, Indonesia mengirimkan kelapa sawit, karet, mesin, alas kaki, kopi, dan teh ke Negeri Beruang Merah.
“Memang kita masih kalah. Tapi dengan kerja sama seperti ini, saya yakin kita bisa membuat perdagangan lebih seimbang bahkan bisa meningkat jauh,” ungkapnya.
Kerja sama ini bukan cuma soal ekspor-impor. Anin menjelaskan bahwa target besarnya adalah meningkatkan arus investasi dua arah. Dunia usaha Rusia dinilai sangat potensial di sektor migas, pertahanan, riset, dan pendidikan semua sektor yang juga sedang jadi fokus Indonesia.
Bahkan, dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa peluang kerja sama proyek migas, termasuk kolaborasi antara Rusia dan BUMN energi Indonesia seperti Pertamina. Ini menjadi langkah konkret bahwa kerja sama dagang bisa berdampak langsung ke sektor industri strategis.
Kadin pun berkomitmen akan terus aktif mendampingi pemerintah dalam berbagai forum ekonomi internasional. Di antaranya St. Petersburg Economic Forum pada Juni 2025, Eastern Economic Forum di Vladivostok pada September, serta pertemuan BRICS di Brasil pada Juli nanti.
Baca Juga: Bank DKI Berperan Membangun Ekonomi Jakarta, Kadin: Pengosongan Rekening Hanya Merugikan Masyarakat
“Ini adalah momen bagus untuk mencari alternatif pasar baru. Apalagi Rusia punya sejarah panjang dengan kita. Ini bisa jadi jalan untuk membuka pintu dagang yang lebih besar,” ujar Anin lagi.
Ia pun menekankan bahwa upaya diplomasi ekonomi seperti ini bukan hanya untuk catatan di atas kertas, tapi harus berdampak nyata ke dunia usaha, mulai dari perusahaan besar, BUMN, sampai UMKM di bawah naungan Kadin.
“Ujungnya adalah dampak nyata. Bukan cuma devisa, tapi juga pembukaan pasar baru di luar Cina dan Amerika,” tutupnya.
Sebagai informasi tambahan, FEDC adalah lembaga milik negara Rusia yang berada di bawah Kementerian Pembangunan Timur Jauh dan Arktik.
Tugas utamanya adalah mengembangkan proyek-proyek ekonomi dan sosial di kawasan Timur Jauh dan Zona Arktik Federasi Rusia yang kini jadi salah satu kawasan investasi masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









