Akurat

Stabilisasi Rupiah, BI Intervensi Pasar NDF

Hefriday | 8 April 2025, 14:22 WIB
Stabilisasi Rupiah, BI Intervensi Pasar NDF

AKURAT.CO Gejolak pasar global dan libur panjang membuat bank Indonesia (BI) semakin bergerak cepat. Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG), Senin (7/4/2025), BI memutuskan untuk melakukan intervensi di pasar off-shore atau non-deliverable forward (NDF). 

Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, tujuan intervensi ini demi menstabilkan nilai tukar rupiah yang sedang tertekan cukup berat akibat dinamika ekonomi global.

Dikatakannya, tekanan terhadap rupiah memang sudah mulai terasa di pasar NDF, terutama karena pasar domestik libur cukup panjang menyambut Idulfitri 1446 H. Dalam situasi pasar dalam negeri yang lenggang, tekanan dari luar negeri pun langsung berdampak signifikan.
 
“Libur panjang membuat pasar domestik tidak aktif, sehingga tekanan global langsung menghantam pasar NDF. Karena itu BI memutuskan untuk turun tangan langsung di pasar offshore,” ujar Ramdan di Jakarta, Senin (7/4/2025).
 
 
Salah satu biang kerok dari tekanan tersebut adalah ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China. Pemerintah AS mengumumkan kebijakan tarif resiprokal pada 2 April 2025, dan hanya dua hari kemudian, China merespons dengan kebijakan balasan. Aksi balas-membalas ini membuat pasar keuangan dunia gonjang-ganjing.
 
Gejolak tersebut memicu keluarnya aliran modal dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Nilai tukar banyak mata uang langsung melemah, dan rupiah tak luput dari tekanan itu.
 
Untuk mengantisipasi dampak lebih dalam, Bank Indonesia langsung melakukan intervensi secara berkesinambungan di pasar global. Intervensi ini dilakukan di tiga zona waktu sekaligus yakni pasar Asia, pasar Eropa, dan pasar New York.
 
Namun tidak berhenti di situ saja, BI juga berencana tancap gas di pasar domestik. Begitu pasar kembali dibuka, Selasa (8/4/2025), BI siap melakukan intervensi agresif di pasar valas, baik di pasar spot maupun melalui domestic non-deliverable forward (DNDF).
 
Selain itu, BI juga akan melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Langkah ini bertujuan untuk mendukung stabilitas pasar keuangan dalam negeri serta memberikan sinyal positif kepada investor.
 
Ramdan juga menambahkan bahwa BI akan mengoptimalkan seluruh instrumen likuiditas rupiah yang dimilikinya. Tujuannya adalah memastikan pasar uang dan perbankan domestik tetap cair, sehingga roda ekonomi tidak terganggu di tengah ketidakpastian global.
 
"Rangkaian langkah ini kami ambil demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan bahwa kepercayaan pelaku pasar terhadap Indonesia tetap terjaga,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa