6 Cara Simpel Ajarkan Anak Kelola Uang, Biar Tak Boros di Masa Depan

AKURAT.CO Era modern ini, keterampilan finansial menjadi hal yang penting untuk dikuasai sejak dini. Dengan memahami cara mengelola uang sejak kecil, anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri dan bijak dalam mengambil keputusan keuangan di masa depan.
Sayangnya, masih banyak orang tua yang kurang menyadari pentingnya pendidikan finansial sejak dini. Padahal, kebiasaan finansial yang baik bisa membantu anak menghindari masalah keuangan saat dewasa nanti.
Lalu, bagaimana cara menanamkan keterampilan finansial kepada anak sejak dini?
Baca Juga: 3 Tips Keuangan untuk Bayar Cicilan KPR di Tengah Kenaikan Suku Bunga BI
Dikutip dari lama Keuangan Kemenkeu, Selasa (1/4/2025), berikut adalah enam tips yang bisa diterapkan agar anak lebih memahami konsep uang dan cara mengelolanya dengan baik.
1. Kenalkan Konsep Uang Sejak Dini
Anak-anak perlu memahami bahwa uang bukan sekadar alat tukar, tetapi juga memiliki nilai dan harus digunakan dengan bijak.
Orang tua bisa mulai dengan mengenalkan berbagai jenis uang, baik koin maupun kertas, serta menjelaskan bahwa setiap barang yang dibeli membutuhkan uang.
2. Ajarkan Cara Menabung
Menabung adalah keterampilan dasar yang harus diajarkan sejak dini. Berikan anak celengan atau rekening tabungan khusus anak agar mereka terbiasa menyisihkan sebagian uang yang mereka miliki.
Baca Juga: Musim Konser Tiba, Udah Siapin Budget-nya Belum? Cek Tips Keuangan Ini
Selain itu, ajarkan konsep tujuan menabung, misalnya untuk membeli mainan atau barang yang mereka inginkan.
3. Libatkan Anak dalam Perencanaan Keuangan Kecil
Untuk mengajarkan pengelolaan keuangan yang lebih nyata, ajak anak terlibat dalam perencanaan keuangan sederhana.
Misalnya, beri mereka uang saku mingguan dan dorong mereka untuk mengatur sendiri bagaimana menggunakannya untuk jajan, menabung, atau membeli barang tertentu.
4. Ajarkan Perbedaan antara Keinginan dan Kebutuhan
Salah satu kesalahan umum dalam pengelolaan keuangan adalah tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Ajarkan anak bahwa kebutuhan adalah hal yang wajib dipenuhi seperti makanan dan pakaian, sementara keinginan adalah sesuatu yang tidak mendesak, seperti mainan baru atau camilan tambahan.
5. Beri Contoh yang Baik
Anak-anak cenderung meniru kebiasaan orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan contoh yang baik dalam mengelola keuangan. Misalnya, tunjukkan bagaimana Anda menyusun anggaran rumah tangga, menabung, atau membandingkan harga sebelum membeli sesuatu.
6. Kenalkan Konsep Berbagi dan Beramal
Selain menabung dan mengatur pengeluaran, anak juga perlu diajarkan pentingnya berbagi dengan sesama. Ajarkan mereka untuk menyisihkan sebagian uang untuk diberikan kepada yang membutuhkan, baik dalam bentuk donasi atau membantu teman yang sedang kesulitan.
Menanamkan keterampilan finansial sejak dini bukan hanya tentang mengajarkan anak cara menyimpan uang, tetapi juga bagaimana menggunakannya dengan bijak. Dengan pemahaman yang baik tentang keuangan, anak-anak akan lebih siap menghadapi tantangan finansial di masa depan dan memiliki kehidupan yang lebih stabil secara ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










