10 Tips Kelola Keuangan Setelah Lebaran agar Dompet Tetap Aman

AKURAT.CO Lebaran telah usai, momen berkumpul bersama keluarga pun berakhir, dan kini saatnya kembali ke rutinitas sehari-hari. Namun, bagi banyak orang, kondisi keuangan setelah Lebaran bisa terasa berat.
Setelah berbagai pengeluaran untuk mudik, membeli baju baru, berbagi THR, hingga menyantap hidangan khas Lebaran, tak jarang dompet terasa menipis. Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan evaluasi keuangan agar kondisi finansial tetap stabil.
Nah,dikutip dari beberapa laman artikel keuangan, Senin (31/3/2025), berikut ini adalah beberapa tips mengelola keuangan setelah Lebaran agar tetap aman dan tidak mengalami krisis finansial.
1. Evaluasi Pengeluaran Selama Lebaran
Langkah pertama yang harus dilakukan setelah Lebaran adalah mengevaluasi semua pengeluaran yang telah dilakukan. Catat semua biaya yang telah dikeluarkan, mulai dari tiket mudik, akomodasi, makanan, hingga oleh-oleh.
Mengetahui seberapa besar uang yang telah dihabiskan, Anda bisa mengetahui kondisi keuangan saat ini dan menentukan langkah selanjutnya. Jika ternyata pengeluaran lebih besar dari yang direncanakan, jangan panik. Yang terpenting adalah segera mengambil tindakan untuk memperbaikinya.
2. Buat Anggaran Pasca-Lebaran
Setelah mengetahui kondisi keuangan, buatlah anggaran baru yang sesuai dengan kondisi saat ini. Prioritaskan kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan tagihan bulanan sebelum mengalokasikan uang untuk hal lain.
Baca Juga: 5 Tips Kelola Keuangan bagi UMKM
Jika memungkinkan, kurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting, seperti jajan di luar atau belanja barang yang tidak mendesak. Anggaran yang jelas akan membantu Anda tetap pada jalur keuangan yang sehat setelah Lebaran.
3. Batasi Pengeluaran dan Kembali ke Pola Hidup Hemat
Selama bulan Ramadan dan Lebaran, banyak orang cenderung lebih konsumtif, baik dalam membeli makanan, pakaian, maupun barang lainnya. Setelah Lebaran, penting untuk kembali ke pola hidup hemat agar keuangan kembali stabil.
Kurangi pengeluaran yang tidak perlu, seperti nongkrong di kafe, belanja impulsif, atau langganan layanan streaming yang jarang digunakan. Dengan mengurangi pengeluaran yang tidak esensial, Anda bisa mengalokasikan uang untuk hal yang lebih penting.
4. Segera Lunasi Utang Jika Ada
Jika Anda menggunakan kartu kredit atau meminjam uang untuk keperluan Lebaran, segera buat rencana pelunasan. Utang yang dibiarkan menumpuk bisa menjadi beban finansial di bulan-bulan berikutnya.
Jika memungkinkan, lunasi utang dengan jumlah yang lebih besar dari pembayaran minimum agar bunga tidak semakin bertambah. Jika memiliki lebih dari satu utang, prioritaskan pelunasan utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu.
5. Manfaatkan Sisa THR dengan Bijak
Jika masih memiliki sisa THR (Tunjangan Hari Raya), jangan buru-buru menghabiskannya. Gunakan uang tersebut untuk menambah tabungan, investasi, atau melunasi utang. Menyisihkan sebagian dari THR untuk dana darurat juga merupakan langkah bijak agar keuangan tetap aman dalam kondisi tak terduga.
6. Jangan Lupakan Tabungan dan Investasi
Setelah Lebaran, banyak orang tergoda untuk berbelanja kembali karena adanya berbagai promo dan diskon menarik. Namun, penting untuk tetap konsisten dalam menabung dan berinvestasi.
Jika selama Ramadan dan Lebaran Anda mengurangi porsi tabungan, kini saatnya untuk kembali menyesuaikan dan mulai menyisihkan sebagian pendapatan untuk masa depan. Anda bisa memilih berbagai instrumen investasi seperti reksa dana, saham, atau emas sesuai dengan tujuan keuangan Anda.
7. Siapkan Dana Darurat
Dana darurat sangat penting untuk menghadapi situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, biaya medis, atau kebutuhan mendesak lainnya. Jika dana darurat Anda sempat terkuras selama Lebaran, segera mulai kembali menabung untuk mengisi kekosongan tersebut. Idealnya, dana darurat setidaknya setara dengan 3-6 bulan pengeluaran bulanan agar kondisi keuangan tetap aman.
8. Cari Sumber Penghasilan Tambahan
Jika kondisi keuangan terasa berat setelah Lebaran, mencari sumber penghasilan tambahan bisa menjadi solusi. Anda bisa mencoba pekerjaan sampingan seperti jualan online, menjadi freelancer, atau menawarkan jasa sesuai keahlian Anda. Penghasilan tambahan ini bisa membantu menutup kekurangan dana dan mempercepat pemulihan keuangan.
9. Gunakan Promo dan Diskon dengan Cermat
Setelah Lebaran, banyak pusat perbelanjaan dan e-commerce menawarkan berbagai promo dan diskon. Jika memang perlu berbelanja, manfaatkan promo ini dengan cermat. Namun, tetap perhatikan anggaran agar tidak tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Belanja dengan bijak akan membantu Anda menghemat lebih banyak uang.
10. Evaluasi Kebiasaan Keuangan untuk Lebaran Berikutnya
Terakhir, gunakan pengalaman ini untuk mempersiapkan keuangan yang lebih baik untuk Lebaran berikutnya. Jika tahun ini pengeluaran terasa berlebihan, mulai rencanakan strategi agar lebih hemat di tahun depan.
Anda bisa mulai menabung sedikit demi sedikit sejak awal tahun agar tidak kewalahan saat mendekati Lebaran. Belajar dari pengalaman akan membantu Anda menjadi lebih bijak dalam mengelola keuangan di masa depan.
Dengan perencanaan yang matang, Anda bisa menikmati momen Lebaran tanpa khawatir keuangan berantakan setelahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









