Akurat

Calo Penukaran Uang Baru Bermunculan, Imbas Eror PINTAR BI?

Hefriday | 26 Maret 2025, 14:19 WIB
Calo Penukaran Uang Baru Bermunculan, Imbas Eror PINTAR BI?

AKURAT.CO Menjelang Lebaran, tradisi membagikan uang baru kepada sanak saudara menjadi momen yang dinantikan. Namun, di balik itu, mendapatkan uang pecahan baru seringkali menjadi perjuangan panjang bagi sebagian masyarakat.

Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (26/3/2025), Bank Indonesia (BI) memperkenalkan aplikasi PINTAR untuk mempermudah proses penukaran uang baru. Sayangnya, tingginya animo masyarakat menyebabkan aplikasi ini kerap mengalami gangguan.

Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, mengakui bahwa serangan DDoS menjadi salah satu penyebab utama kendala tersebut.

Bagi yang berhasil mengakses PINTAR, tantangan berikutnya adalah lokasi penukaran yang seringkali jauh dari tempat tinggal. Hal ini menambah beban bagi masyarakat yang harus meluangkan waktu dan biaya ekstra untuk mencapai lokasi tersebut.

Sebagian masyarakat memilih memanfaatkan koneksi pribadi, seperti kerabat yang bekerja di bank atau rekan kantor yang memiliki divisi treasury, untuk mendapatkan uang baru tanpa harus melalui prosedur resmi. Meskipun efektif, cara ini menimbulkan ketidakadilan bagi mereka yang tidak memiliki akses serupa.

Baca Juga: Update Terbaru Jadwal Penukaran Uang Baru di Pintar BI, Segera Sebelum Mudik!

Parahnya, di beberapa daerah, praktik percaloan dalam penukaran uang baru semakin marak. Calo menawarkan jasa dengan biaya administrasi mencapai 15% dari nominal yang ditukarkan, misalnya Rp15.000 untuk setiap Rp100.000. Praktik ini tentu merugikan masyarakat yang ingin menukar uang dalam jumlah besar.

"Gila, biaya adminnya bisa sampai 15 persen," ujar Tika (36), salah satu warga yang ditawari jasa calo penukaran uang baru.

Banyak yang berharap bank menjadi solusi penukaran uang baru. Namun, tidak jarang bank hanya menyediakan uang lama yang masih layak edar, tidak sesuai dengan keinginan masyarakat yang mencari uang dengan kondisi atau edisi (keluaran) yang benar-benar baru.

Sayangnya, regulator seperti belum mengantisipasi secara maksimal soal waktu-waktu puncak penukaran uang baru menjelang lebaran.

Tidak semua orang menerima Tunjangan Hari Raya (THR) di awal bulan Ramadan. Banyak yang baru mendapatkan dana tersebut mendekati Lebaran, sehingga puncak permintaan uang baru terjadi di periode tersebut. Hal ini menyebabkan antrean panjang dan ketersediaan uang baru yang semakin menipis.

Menanggapi berbagai kendala ini, BI sudah berupaya meningkatkan layanan dengan menambah titik penukaran dan memperbaiki sistem PINTAR. Pada 2025, BI menyiapkan Rp180,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang baru masyarakat .

Untuk menghindari kendala dalam penukaran uang baru menjelang Lebaran, masyarakat disarankan untuk merencanakan penukaran lebih awal sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI).

Salah satu caranya adalah dengan mengakses aplikasi PINTAR pada jam-jam dengan trafik rendah untuk menghindari gangguan. Selain itu, penting untuk menghindari jasa calo dan memilih jalur resmi demi keamanan dan kenyamanan dalam proses penukaran uang baru. Kiranya, di masa depan setiap orang bisa mendapatkan akses penukaran uang baru secara merata dan setara di berbagai pelosok Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa