Akurat

YUPI Resmi IPO di BEI, Raup Rp2,04 Triliun untuk Ekspansi Global

Hefriday | 25 Maret 2025, 13:15 WIB
YUPI Resmi IPO di BEI, Raup Rp2,04 Triliun untuk Ekspansi Global

AKURAT.CO PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), produsen permen kenyal ternama, resmi mencatatkan saham perdananya (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam aksi korporasi ini, YUPI berhasil meraup dana sebesar Rp2,04 triliun, dengan melepas 854,44 juta saham atau setara 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO.

Harga saham YUPI dipatok pada Rp2.390 per lembar, menarik minat investor yang melihat potensi besar di industri makanan ringan, terutama segmen permen kenyal yang terus berkembang. Perseroan optimistis langkah IPO ini akan memperkuat posisi YUPI sebagai pemimpin pasar di dalam negeri serta memperluas ekspansinya ke pasar global.

Sebagian besar dana hasil IPO, sekitar 72%, akan dialokasikan untuk belanja modal, termasuk pembangunan pabrik baru di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Pabrik ini diproyeksikan menelan biaya sekitar Rp437,50 miliar dan diharapkan mulai beroperasi pada 2026. Jika biaya pembangunan melampaui dana IPO, YUPI akan menggunakan kas internal untuk menutupi selisihnya.

Baca Juga: 7 BUMN Mulai Alihkan Saham ke BKI, Holding Operasional Danantara

Sementara itu, 28% dana IPO akan digunakan untuk ekspansi bisnis, baik ke pasar internasional maupun domestik. Ekspansi ini mencakup penguatan rantai pasokan, penambahan karyawan, serta peningkatan strategi pemasaran untuk memperluas penetrasi produk YUPI di berbagai negara.

Dalam aksi IPO ini, YUPI menggandeng CIMB Niaga Sekuritas dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek, serta OCBC Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek. Dukungan dari institusi keuangan ternama ini semakin memperkuat kepercayaan investor terhadap masa depan YUPI di pasar modal.

Direktur Utama YUPI, Yohanes Teja, menyatakan bahwa IPO ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan.

“Melalui strategi ekspansi yang matang, kami yakin YUPI akan memperluas jejaknya di pasar global, sambil terus memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar di dalam negeri,” ujar Yohanes dalam seremoni pencatatan saham di BEI, Selasa (25/3/2025).

YUPI telah menyusun strategi pertumbuhan yang komprehensif, dengan target utama menggandakan pangsa pasar untuk segmen anak-anak dan generasi muda. Tidak hanya itu, perusahaan juga membidik konsumen dewasa yang berjiwa muda, sejalan dengan tren konsumsi permen kenyal yang semakin luas.

Dengan inovasi produk dan strategi pemasaran yang agresif, YUPI optimistis dapat meningkatkan penetrasi pasar, baik di dalam maupun luar negeri. Fokus utama perseroan adalah memperluas distribusi di negara-negara dengan potensi tinggi serta memperkuat brand awareness di berbagai segmen konsumen.

Baca Juga: IHSG Masih Tertekan! 5 Saham Ini Diprediksi Cuan Besar!

Secara finansial, YUPI menunjukkan performa yang solid dalam beberapa tahun terakhir. Pada September 2024, laba perusahaan meningkat 10% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp484 miliar. Sejak 2021 hingga 2023, laba YUPI tumbuh rata-rata 19,6% per tahun.

Pendapatan perusahaan juga mencatatkan tren positif, dengan pertumbuhan rata-rata 16,3% per tahun dalam tiga tahun terakhir. Dari Rp2,3 triliun pada 2021, pendapatan YUPI meningkat menjadi Rp3,1 triliun pada 2023.

Langkah IPO ini membuka peluang baru bagi YUPI untuk semakin berkembang di industri permen kenyal yang terus bertumbuh. Dengan strategi ekspansi yang matang, dukungan dari investor, dan kinerja keuangan yang solid, YUPI siap menghadapi tantangan serta meraih peluang baru di pasar global.

Sebagai produsen permen kenyal terkemuka, YUPI berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat posisinya di industri. Dengan langkah besar melalui IPO ini, bukan tidak mungkin YUPI akan semakin mendominasi pasar permen kenyal di Asia dan dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa