GOTO Balikkan EBITDA Negatif Jadi Surplus Rp386 Miliar di 2024
Hefriday | 23 Maret 2025, 21:49 WIB

AKURAT.CO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan performa yang mengesankan di tahun 2024. Perusahaan berhasil membalikka EBITDA yang masih negatif (rugi) Rp87,3 triliun pada 2023 menjadi untung Rp386 miliar pada 2024 lalu.
Pada kuartal IV-2024, gross transaction value (GTV) inti GOTO melonjak sebesar 66% secara year-on-year. Sepanjang 2024, pertumbuhan GTV tercatat naik 58%, menandakan bahwa aktivitas transaksi di platform mereka terus meningkat dengan pesat.
Tak hanya GTV, pendapatan bersih GOTO juga menunjukkan lonjakan yang fantastis. Tahun ini, pendapatan bersih perusahaan melonjak 93% secara year-on-year, mencapai angka Rp14,8 triliun. Peningkatan pendapatan ini tentunya sangat mendukung perjalanan menuju profitabilitas.
Menurut Analis Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli, kinerja yang kuat ini didorong oleh segmen bisnis utama kami, terutama teknologi keuangan dan layanan on demand. Christopher menambahkan bahwa segmen teknologi keuangan GOTO mencapai EBITDA positif yang disesuaikan sebesar Rp14 miliar pada kuartal IV-2024.
"Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan volume buku pinjaman dan disiplin biaya yang diterapkan perusahaan, yang membuat segmen ini semakin menguntungkan," ujar Christoper dikutip Minggu (23/3/2025).
Selain itu, segmen on demand service (ODS) juga menunjukkan performa positif. GTV di segmen ini meningkat 13% secara year-on-year menjadi Rp63 triliun, didorong oleh optimalisasi insentif, layanan GoFood Express, dan lonjakan pendapatan iklan yang mencapai 92% secara year-on-year.
“Selain itu, kami juga menerima biaya layanan e-commerce hingga Rp622 miliar dari Tokopedia,” tambah Christopher.
Manajemen GOTO optimistis dapat mencapai target kinerja yang ambisius, termasuk EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp1,4-1,6 triliun pada tahun 2024. Meski begitu, kinerja semester I masih menjadi variabel penting karena faktor musiman yang memengaruhi aktivitas pasar.
GOTO juga memiliki rencana untuk memperluas buku pinjaman fintechnya hingga mencapai Rp8 triliun, sebuah langkah strategis untuk diversifikasi pendapatan. Mengenai rumor merger & acquisition dan bonus hari raya, Christopher menyebut bahwa detailnya masih minim, namun prospeknya tetap positif.
Berdasarkan metodologi sum of the parts (SOTP), Mirae Asset Sekuritas mempertahankan peringkat buy untuk saham GOTO dan menargetkan harga saham mencapai Rp100. Analisis ini didasari pada proyeksi nilai perusahaan sejenis, terutama di segmen ODS dan fintech.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









