Saham GOTO Nanjak di Tengah Spekulasi Merger dengan Grab

AKURAT.CO Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami penguatan dalam sesi pertama perdagangan pada Selasa (4/2/2025). Saham GOTO tercatat di level Rp85 per lembar, mengalami kenaikan sebesar 4,94%.
Volume perdagangan saham GOTO juga meningkat signifikan dengan 2,48 miliar lembar saham berpindah tangan dalam 10.013 transaksi senilai Rp209,1 miliar.
Dikutip dari Deal Street Asia, Selasa (4/2/2025), pembicaraan mengenai merger kedua perusahaan kembali mendapatkan momentum dalam beberapa minggu terakhir.
Penguatan saham GOTO ini terjadi di tengah kembali mencuatnya isu merger antara dua raksasa teknologi Asia Tenggara, yakni Grab Holdings dan GoTo.
Seorang eksekutif yang terlibat dalam diskusi tersebut menyatakan bahwa kesepakatan harus terealisasi pada 2025 atau tidak akan terjadi sama sekali. Spekulasi mengenai merger ini bukanlah hal baru.
Baca Juga: Sektor Teknologi Punya Prospek Cerah di 2025, GOTO dan BELI Layak Jadi Buruan Utama
Pada awal 2024, Bloomberg juga melaporkan adanya diskusi awal antara Grab dan GoTo mengenai berbagai skenario merger dan akuisisi.
Salah satu skenario yang pernah dipertimbangkan adalah akuisisi GoTo oleh Grab dengan menggunakan skema pembayaran tunai, saham, atau kombinasi keduanya.
Sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengungkapkan bahwa GoTo lebih terbuka terhadap kemungkinan kesepakatan setelah masuknya Patrick Walujo sebagai pemegang kendali di perusahaan.
Meskipun pembicaraan merger kembali mencuat, belum ada kepastian bahwa kesepakatan akan benar-benar terjadi.
Beberapa opsi lain yang telah dipertimbangkan antara kedua perusahaan mencakup pembagian pasar, di mana Grab akan menguasai operasional di Singapura dan beberapa pasar lain, sementara GoTo tetap menjadi pemain utama di Indonesia.
Pihak GoTo sendiri sudah memberikan respons terhadap rumor merger ini. Sekretaris Perusahaan GOTO, RA Koesoemohadiani, menegaskan bahwa perusahaan tidak dapat memberikan komentar terkait spekulasi pasar.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Februari 2024, GoTo menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada diskusi resmi mengenai merger dengan Grab.
Para investor saat ini masih menanti kejelasan mengenai kelanjutan diskusi merger tersebut. Jika kesepakatan benar-benar terwujud, maka langkah ini berpotensi mengubah peta persaingan di sektor teknologi dan layanan digital di Asia Tenggara.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mengamati dampak dari potensi merger terhadap valuasi saham GOTO dan strategi bisnis ke depan.
Para analis berpendapat bahwa kesepakatan ini bisa menciptakan sinergi yang lebih kuat antara dua perusahaan, tetapi juga menghadapi tantangan regulasi di berbagai negara tempat mereka beroperasi.
Meskipun rumor merger memberikan dorongan terhadap harga saham, investor tetap disarankan untuk memperhatikan perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi.
Faktor fundamental dan kondisi pasar global juga akan berpengaruh terhadap pergerakan saham GOTO di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







