IHSG Memerah, Intip Daftar Top Losers Selama Sepekan
Hefriday | 1 Maret 2025, 23:28 WIB

AKURAT.CO Selama pekan perdagangan 24 hingga 28 Februari 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan signifikan di pasar saham, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sebesar 7,83% ke level 6.270,59.
Penurunan ini turut berdampak pada kapitalisasi pasar yang turun sebesar 7,69% menjadi Rp10.880 triliun dari Rp11.786 triliun pekan sebelumnya.
Dikutip dari data BEI, Sabtu (1/3/2025), sejumlah saham mengalami penurunan harga yang dramatis dan masuk ke dalam daftar top losers. Saham-saham seperti RONY, OBAT, AIMS, INKP, TOBA, FORU, RAJA, MDKA, ECII, dan DAAZ menonjol sebagai yang paling terdampak selama periode ini.
PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) memimpin dengan penurunan harga sebesar 38,73% atau 765 poin, hingga tercatat pada Rp1.210 per saham. Diikuti oleh PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) yang ambles 32,74% atau 275 poin ke posisi Rp565 per saham.
Saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) juga mengalami koreksi signifikan sebesar 27,42% hingga berada di level Rp270 per saham.
Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) melemah sebesar 25,40% ke posisi Rp4.700 per saham. Tidak ketinggalan, saham TOBA milik Pandu Sjahrir tercatat turun 25,23% hingga mencapai Rp332 per saham, dan saham FORU turun 24,44% ke posisi Rp2.690 per saham.
Lebih lanjut, saham RAJA turun 23,44% ke level Rp2.940, diikuti oleh saham MDKA yang mencatat penurunan sebesar 23,29% ke Rp1.400 per saham. Saham peralatan elektronik ECII juga mengalami penurunan 23,18% ke posisi Rp169, sedangkan saham DAAZ tercatat turun 21,88% ke level Rp5.000 per saham.
Meskipun IHSG menunjukkan pelemahan, aktivitas perdagangan justru mengalami peningkatan. Rata-rata volume transaksi harian naik sebesar 21,62%, mencapai 22,35 miliar lembar dibandingkan 18,38 miliar lembar pada pekan sebelumnya.
Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga menguat 16,19% menjadi Rp13,68 triliun dari Rp11,78 triliun. Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 4,46%, yakni menjadi 1,17 juta kali transaksi dari 1,23 juta kali transaksi sebelumnya.
Investor asing juga turut memberikan dampak signifikan pada pasar. Pada Jumat (28/2/2025), nilai jual bersih oleh investor asing mencapai Rp2,91 triliun. Secara kumulatif, sepanjang tahun 2025, nilai jual bersih oleh investor asing tercatat mencapai Rp21,89 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









