Akurat

BSI Resmi Menjadi Bank Emas Syariah Pertama di Indonesia, Begini Prospek dan Potensinya

Yusuf | 26 Februari 2025, 21:50 WIB
BSI Resmi Menjadi Bank Emas Syariah Pertama di Indonesia, Begini Prospek dan Potensinya

AKURAT.CO PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) kini resmi menjadi bank emas syariah pertama di Indonesia.

Dengan status baru ini, BSI berpotensi mengelola emas dalam jumlah yang semakin besar dari masyarakat yang mempercayakan investasinya.

Menurut Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, saat ini total emas yang telah dikelola BSI mencapai 17,5 ton.

Jumlah tersebut berasal dari berbagai layanan emas yang ditawarkan BSI, seperti Gadai Emas, Cicil Emas dan BSI Emas Digital.

Ia meyakini bahwa jumlah tersebut berpotensi mengalami pertumbuhan signifikan dengan hadirnya bank emas.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Bullion Bank, Layanan Bank Emas Pertama di Indonesia

Dalam lima tahun ke depan, Hery memperkirakan jumlah emas yang dikelola BSI bisa meningkat hingga lima atau enam kali lipat dari angka saat ini.

Bahkan, pada tahun ini saja, BSI menargetkan pertumbuhan setidaknya dua kali lipat menjadi sekitar 30 ton.

Salah satu faktor pendorong pertumbuhan ini adalah perubahan kebijakan terkait batasan transaksi emas.

Sebelumnya, setiap nasabah hanya diperbolehkan melakukan transaksi emas dengan nilai maksimal Rp250 juta.

Namun, dengan adanya bank emas, batasan tersebut dihapuskan.

Baca Juga: Bank Emas Bakal Dongkrak PDB dan Buka 1,8 Juta Lapangan Kerja Baru

Kini, nasabah memiliki kebebasan untuk membeli emas dalam jumlah besar, bahkan hingga beberapa kilogram dan menyimpannya di BSI.

Hery juga optimistis bahwa kehadiran BSI sebagai bank emas syariah pertama akan menjadi game changer dalam industri keuangan syariah.

Dengan demikian, masyarakat mendapatkan alternatif instrumen investasi yang aman, mudah dan dapat diakses kapan saja serta di mana saja.

Saat ini, total omzet bisnis emas BSI telah mencapai Rp 28,7 triliun dengan potensi volume transaksi mencapai 250 ton dalam lima tahun ke depan.

Selain bertambahnya jumlah emas yang dikelola, bank emas ini juga diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi BSI, terutama dalam hal pendapatan berbasis komisi (fee based income).

Baca Juga: OJK Dorong Bank Emas Tingkatkan Likuiditas dan Stabilitas Ekonomi

Sebagai perbandingan, pada 2024, fee based income dari bisnis emas BSI telah mencapai Rp1 triliun.

Dengan adanya bank emas, Hery memperkirakan pendapatan ini bisa meningkat hingga tiga atau empat kali lipat di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
W
Editor
Wahyu SK