Pembiayaan Hijau Oleh Perbankan Tembus Rp1.959 Triliun di 2023, OJK: Akan Terus Meningkat
Hefriday | 24 Februari 2025, 22:06 WIB

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan perbankan Indonesia akan semakin marak dalam melakukan pembiayaan hijau dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke depan.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (PBKN) OJK, Dian Ediana Rae, langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mencapai target net zero emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat.
“Kami proyeksikan tren peningkatan kredit atau pembiayaan hijau akan terus meningkat, seiring dengan dukungan perbankan terhadap target net zero emission pemerintah Indonesia pada tahun 2060 atau lebih cepat,” ujar Dian dalam Jawaban Tertulis OJK, dikutip Senin (24/2/2025).
Untuk mendukung pencapaian tersebut, OJK telah menerbitkan sejumlah panduan strategis. Salah satunya adalah panduan Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS), yang merupakan kerangka terpadu mencakup aspek tata kelola, strategi, manajemen risiko, dan pengungkapan.
Panduan ini dirancang guna membantu bank menilai ketahanan model bisnis mereka terhadap dampak perubahan iklim.
Selain CRMS, OJK juga telah merilis Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) versi 2 pada Februari 2025.
Taksonomi ini berfungsi sebagai panduan bagi sektor keuangan dalam mengidentifikasi dan mengalokasikan pembiayaan ke proyek-proyek hijau dan berkelanjutan yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia.
Dian menambahkan bahwa tantangan terhadap sustainable finance secara global saat ini sangat besar.
"Tantangan global semakin nyata, terutama dengan mundurnya Amerika Serikat dari komitmen Paris Agreement serta keluarnya beberapa bank AS dari Net-Zero Banking Alliance," ungkapnya.
Meski begitu, OJK menegaskan bahwa Indonesia menerapkan sustainable finance berdasarkan kepentingan dan kebijakan domestik serta komitmen Republik Indonesia di forum internasional.
Pendekatan ini diharapkan mampu mengimbangi tantangan global dan mendorong inovasi dalam sektor keuangan nasional.
Pada tahun 2023, total penyaluran kredit atau pembiayaan berkelanjutan perbankan mencapai Rp1.959 triliun, meningkat signifikan dibandingkan Rp1.409 triliun pada tahun 2022.
Peningkatan ini mencerminkan keseriusan perbankan Indonesia dalam mendukung proyek-proyek yang berfokus pada keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.
Data untuk penyaluran kredit berkelanjutan pada tahun 2024 saat ini masih dalam proses pelaporan oleh perbankan.
Hal ini sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
Inisiatif seperti penerbitan panduan CRMS dan TKBI versi 2 diharapkan dapat mempercepat transformasi hijau di sektor keuangan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








