Dana Asing Rp7,58 Triliun Banjiri RI dalam Sepekan
Demi Ermansyah | 22 Februari 2025, 22:53 WIB

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik atau capital inflow pada pekan ketiga Februari 2025, tepatnya dalam periode 17-20 Februari. Modal asing yang masuk tercatat mencapai Rp7,58 triliun.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, merinci bahwa dana asing paling banyak masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp6,96 triliun, disusul Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) senilai Rp1,08 triliun. Namun, ada juga modal asing yang keluar dari pasar saham sebesar Rp0,46 triliun.
"Jika dihitung sejak awal 2025 hingga 20 Februari, aliran modal asing ke pasar SBN sudah mencapai Rp18,99 triliun, sementara ke SRBI sebesar Rp3,23 triliun. Sebaliknya, di pasar saham justru terjadi arus keluar modal asing yang tercatat mencapai Rp7,74 triliun," paparnya di Jakarta, Sabtu (22/2/2024).
Di sisi lain, lanjutnya, premi risiko investasi Indonesia, yang diukur dari credit default swaps (CDS) tenor lima tahun, mengalami kenaikan tipis dari 68,97 basis poin (bps) pada 14 Februari menjadi 69,66 bps pada 20 Februari 2025.
Tak sampai di situ, kabar baik juga datang dari nilai tukar rupiah yang menunjukkan penguatan. Pada Jumat (21/2), rupiah dibuka di level Rp16.280 per dolar AS, lebih kuat dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp16.325 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur pergerakan dolar terhadap enam mata uang utama dunia seperti Euro, Yen Jepang, dan Poundsterling Inggris, melemah ke level 106,37 pada akhir perdagangan Kamis (20/2).
Pergerakan imbal hasil (yield) obligasi juga menunjukkan tren positif. Yield SBN tenor 10 tahun turun dari 6,78% pada Kamis (20/2) menjadi 6,75% pada Jumat (21/2) pagi. Sebaliknya, yield US Treasury Note 10 tahun justru naik ke 4,505% pada perdagangan Kamis (20/2).
"Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia. Dengan strategi kebijakan yang tepat, BI optimistis dapat menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










