10 Saham Top Gainers Selama Sepekan, Ada SSMS hingga LION
Hefriday | 2 Februari 2025, 22:28 WIB

AKURAT.CO Pasar saham Indonesia mengalami tekanan pada pekan terakhir Januari 2025, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,7% ke level 7.109,1 dari 7.166 pada pekan sebelumnya.
Namun, di tengah pelemahan tersebut, ada 10 saham yang justru mencatatkan lonjakan harga signifikan sekitar 25% hingga 45% hanya dalam dua hari perdagangan, 30-31 Januari 2025.
Selain IHSG yang terkoreksi, kapitalisasi pasar bursa juga mengalami penurunan sebesar 1,1%, turun dari Rp12.462 triliun menjadi Rp12.319 triliun. Penurunan ini menunjukkan adanya pelemahan dalam nilai keseluruhan saham yang diperdagangkan di bursa.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditaksir Konsolidasi ke 7.200 - 7.250, Saham ACES hingga TOWR Layak Dilirik
Tidak hanya itu, rata-rata nilai transaksi harian juga turun 9,4% menjadi Rp11,2 triliun dari Rp12,4 triliun pada pekan sebelumnya. Volume transaksi harian mengalami penurunan lebih dalam, yakni sebesar 11%, dari 18,4 miliar saham menjadi 16,3 miliar saham.
Frekuensi transaksi harian juga melemah 8,2%, turun dari 1,2 juta kali transaksi menjadi 1,1 juta kali transaksi. Meskipun terjadi perlambatan aktivitas perdagangan, investor asing masih mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp297,4 miliar pada Jumat (31/1/2025).
Namun, secara keseluruhan sepanjang tahun berjalan ini, investor asing masih membukukan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp4 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada minat beli dari investor asing, mereka masih lebih banyak melakukan aksi jual dibandingkan pembelian sejak awal tahun.
Di antara 10 saham yang mengalami kenaikan signifikan, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatat lonjakan harga tertinggi, yakni 45%. Saham SSMS naik dari Rp1.400 menjadi Rp2.030 hanya dalam dua hari perdagangan, menjadikannya sebagai top gainer di pekan tersebut.
Lonjakan harga saham ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap SSMS, meskipun pasar saham secara keseluruhan mengalami tekanan. Sentimen positif terhadap sektor perkebunan dan minyak sawit bisa menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga saham ini.
Selain SSMS, saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) juga mencatatkan lonjakan harga sebesar 37,1%, dari Rp318 menjadi Rp436. Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) pun melesat 36,2% menjadi Rp109, sedangkan PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) naik 34,2% menjadi Rp145.
Kenaikan saham-saham ini menunjukkan adanya optimisme investor terhadap sektor yang mereka geluti, meskipun kondisi pasar secara keseluruhan kurang kondusif.
Saham PT Lion Metal Works Tbk (LION) juga mencatat kenaikan signifikan, naik 31,8% menjadi Rp870. Saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) turut terkerek 26,4% ke level Rp860, sementara saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) melesat 26,1% menjadi Rp570.
Peningkatan harga saham di sektor properti, ritel, dan logistik ini menunjukkan bahwa investor masih melihat potensi pertumbuhan di sektor-sektor tersebut, meskipun kondisi pasar sedang kurang stabil.
Saham PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) naik 25,7% menjadi Rp264, sementara PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE) melambung 25,4% menjadi Rp256. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga mencatatkan kenaikan 25% menjadi Rp1.225.
Kenaikan saham di sektor ritel dan teknologi menunjukkan bahwa investor masih memiliki optimisme terhadap pertumbuhan bisnis di sektor ini, terutama dengan semakin berkembangnya digitalisasi dan kebutuhan akan layanan teknologi.
Meskipun IHSG mengalami tekanan dan berbagai indikator pasar menunjukkan pelemahan, 10 saham ini tetap berhasil mencatatkan kenaikan signifikan. Hal ini membuktikan bahwa meskipun pasar lesu, peluang keuntungan masih bisa didapatkan oleh investor yang cermat dalam memilih saham.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










