Akurat

Paylater dan Kesehatan Mental

Hefriday | 15 Januari 2025, 23:53 WIB
Paylater dan Kesehatan Mental

AKURAT.CO Layanan keuangan berbasis teknologi, seperti paylater, terus berkembang pesat di Indonesia. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pembiayaan melalui paylater meningkat sebesar 63,89% pada Oktober 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini menunjukkan tingginya permintaan masyarakat terhadap akses kredit yang mudah dan cepat. Namun, penting bagi pengguna untuk memahami bahwa pemanfaatan paylater secara bijak membutuhkan pengelolaan keuangan dan kesehatan mental yang baik.

Psikolog klinis Disya Arinda, M.Psi., menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dalam mengelola keuangan, termasuk penggunaan paylater.

“Jika paylater digunakan dengan motivasi positif, seperti mengelola arus kas atau memenuhi kebutuhan penting, pengguna dapat memperoleh manfaat optimal. Namun, jika penggunaan dipicu oleh fenomena FOMO (fear of missing out) atau YOLO (you only live once), hal ini dapat meningkatkan risiko stres dan kecemasan,” jelasnya dalam Diskusi Media Terbatas Kredivo, Rabu (15/1/2025).

Baca Juga: Cara Jitu Hindari Denda Paylater

Menurut Disya, pola hidup konsumtif pada generasi muda tidak semata-mata disebabkan oleh akses keuangan seperti paylater atau kartu kredit. Faktor eksternal, seperti pengaruh media sosial, turut memengaruhi gaya hidup konsumtif.

Oleh karena itu, mindset pengguna dalam mengelola uang menjadi kunci penting agar paylater berfungsi sebagai alat pembayaran yang mendukung pengelolaan keuangan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kredivo sebagai salah satu pelopor layanan paylater di Indonesia terus berupaya meningkatkan edukasi pengguna. Berdasarkan survei Kredivo dan Katadata Insight Center, 68% pengguna mendapatkan akses kredit pertama mereka melalui paylater. 

“Kami ingin memastikan bahwa kemudahan akses kredit ini dapat memberdayakan masyarakat dengan tetap menjaga prinsip responsible lending,” ujar SVP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari.
 
Untuk menjaga kualitas layanan, Kredivo menerapkan manajemen risiko yang kuat dengan tingkat non-performing loan (NPL) yang tetap berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan OJK. Penyaluran kredit dilakukan secara proporsional, sesuai kemampuan bayar pengguna, guna mendukung ekosistem kredit yang sehat dan berkelanjutan.

Kredivo juga meluncurkan program edukasi seperti Generasi Djempolan dan kampanye #AndaiAndaPandai untuk membangun pola pikir finansial yang sehat. Melalui inisiatif ini, generasi muda diajak untuk memahami risiko dan manfaat paylater, sehingga dapat menggunakannya secara bijak dan mendukung keseimbangan antara kesehatan keuangan dan mental.

Selain itu, Indina menekankan pentingnya kolaborasi antara penyedia layanan keuangan, regulator, dan masyarakat. “Kami berharap paylater tidak hanya menjadi solusi akses kredit, tetapi juga alat yang mendukung kesejahteraan pengguna dalam jangka panjang,” tambahnya.

Fenomena FOMO dan YOLO, yang sering dihadapi oleh generasi muda, menjadi tantangan tersendiri dalam penggunaan paylater. Oleh karena itu, edukasi dan dukungan terhadap pengguna menjadi prioritas untuk mencegah dampak negatif seperti perilaku konsumtif berlebihan atau doom spending.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa