Akurat

Bos BEI Banggakan Pertumbuhan Jumlah Investor Pasar Modal di 2024

Hefriday | 15 Januari 2025, 16:58 WIB
Bos BEI Banggakan Pertumbuhan Jumlah Investor Pasar Modal di 2024

AKURAT.CO Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia atau BEI, Iman Rachman, mengungkapkan kebanggaannya terhadap daya saing BEI di tengah ketidakpastian global.

Salah satu indikator positif adalah peningkatan jumlah investor di pasar modal Indonesia yang mencapai 14,84 juta, terdiri dari 6,37 juta investor saham

“Pasar modal kita tidak hanya bertahan, tetapi juga terus menunjukkan daya saing yang tinggi, baik di ASEAN maupun dalam skala global,” ujar Iman dalam keterangannya, Rabu (15/1/2025).

Baca Juga: Kaleidoskop Pasar Modal 2024: IHSG Memerah Namun Jumlah Investor Bertambah

Ditambahkan, antusiasme masyarakat tercermin dari rata-rata transaksi harian investor aktif sebesar 147 ribu per hari hingga 24 Desember 2024. Porsi transaksi investor ritel tetap stabil di angka 32,8%, sementara investor institusi asing mencatatkan peningkatan porsi transaksi menjadi 36,6%.

Sepanjang tahun, BEI mencatatkan rekor baru, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertinggi di level 7.905,390 pada 19 September 2024, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp13.475 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp12,9 triliun, didukung volume transaksi harian sebesar 19,9 miliar lembar saham.

Pencatatan efek baru juga mencatatkan perkembangan signifikan dengan 41 saham baru, 143 emisi obligasi dan sukuk, serta satu ETF baru. Berdasarkan laporan EY Global IPO Trends 2024, BEI menduduki peringkat ke-10 dunia dalam jumlah IPO dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp14,3 triliun. Hingga akhir tahun, jumlah perusahaan tercatat saham mencapai 943.

Kesuksesan ini didukung oleh program edukasi dan sosialisasi yang menjangkau lebih dari 57,4 juta peserta melalui 33.955 kegiatan sepanjang tahun. Pendekatan daring menjadi kunci optimalisasi pelaksanaan kegiatan edukasi, memungkinkan akses yang lebih luas bagi masyarakat.

BEI bersama SRO telah meluncurkan berbagai produk dan layanan baru, seperti Indeks IDX Cyclical Economy 30, Single Stock Futures (SSF), serta ASEAN Interconnected Sustainability Ecosystem. Untuk tahun 2025, BEI menargetkan penambahan 2 juta investor baru dan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp13,5 triliun.

Pengembangan lainnya mencakup peluncuran produk ETF Emas, implementasi Intraday Short Selling, serta peningkatan sistem perdagangan. BEI berharap inisiatif ini dapat semakin memperdalam pasar modal dan memberikan alternatif investasi bagi masyarakat.

Sebagai lembaga kliring, KPEI mencatat rata-rata penyelesaian transaksi harian sebesar Rp4,31 triliun dengan efisiensi 57,40%. Sistem kliring terus disempurnakan, mendukung peluncuran produk baru seperti Single Stock Futures. Selain itu, KPEI memperluas cakupan layanan hingga ke pasar valuta asing dan pasar uang melalui status Qualifying CCP dari Bank Indonesia.

Di tahun 2025, BEI dan SRO berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan likuiditas pasar, memperluas cakupan produk, dan memperkuat infrastruktur teknologi. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, pasar modal Indonesia diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa