Akurat

Dana Asing Rp5,13 Triliun Kabur dari RI Selama Sepekan

Hefriday | 7 Desember 2024, 17:19 WIB
Dana Asing Rp5,13 Triliun Kabur dari RI Selama Sepekan

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat investor asing (nonresiden) melakukan net sell atau capital outflow senilai Rp5,13 triliun dalam periode transaksi 2-5 Desember 2024.

Rinciannya, asing melakukan net buy sebesar Rp1,24 triliun di pasar saham, namun melakukan net sell di SBN dan SRBI masing-masing mencapai Rp1,37 triliun dan Rp5 triliun. Kondisi ini membuat rupiah melemah tipis 0,03% dalam sepekan, ditutup pada level Rp15.850 per dolar AS.

Meski demikian, berdasarkan data setelmen 1 Januari hingga 5 Desember 2024 atau Year to Date, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp22,13 triliun di pasar saham, Rp32,33 triliun di pasar SBN dan Rp175,89 triliun di SRBI. Khusus semester-II 2024, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp21,79 triliun di pasar saham, Rp66,29 triliun di pasar SBN dan Rp45,54 triliun di SRBI.

Baca Juga: Dana Asing Rp7,41 Triliun Kabur dari RI Selama Sepekan

Dibandingkan mata uang Asia lainnya, pelemahan rupiah relatif lebih kecil. Yuan Tiongkok terdepresiasi 0,34%, rupee India 0,24%, dan won Korea Selatan turun tajam hingga 1,84% akibat instabilitas politik. Di sisi lain, peso Filipina mencatat penguatan 1,54%, sementara ringgit Malaysia, baht Thailand, dan dolar Taiwan masing-masing menguat 0,67% dan 0,24%.

Instrumen SRBI, yang menjadi salah satu andalan BI dalam operasi moneter, semakin kehilangan daya tarik di kalangan investor asing. Dalam lelang terakhir pada Jumat lalu, tingkat bunga SRBI untuk tenor 12 bulan mencapai 7,23%, tertinggi sejak Agustus 2024.

Meski bunga SRBI terus naik selama empat lelang berturut-turut, kepemilikan asing pada instrumen ini terus menyusut. Data BI per 18 November mencatat kepemilikan asing turun Rp4,39 triliun menjadi Rp250,18 triliun dibandingkan bulan sebelumnya. Proporsi kepemilikan asing di SRBI kini hanya 25,82%, turun dari 27,23%.

Kondisi serupa terjadi di pasar SBN. Kepemilikan asing turun Rp13,07 triliun selama November, menghentikan tren net buy selama enam bulan sebelumnya. Saat ini, kepemilikan asing di pasar sekunder SBN tercatat Rp872,49 triliun atau sekitar 14,58% dari total outstanding.

Berbeda dengan pasar obligasi, pasar saham mulai mencatat pembalikan arus dana asing. Pada pekan pertama Desember, investor asing membukukan net buy sebesar USD66,8 juta. Namun, jika dihitung secara kuartalan, posisi investor asing di pasar saham Indonesia masih mencatat net sell sebesar USD1,71 miliar.

Sebagai perbandingan, nilai net sell asing di Indonesia lebih besar daripada Malaysia (USD1,24 miliar), Filipina (USD360 juta), dan Thailand (USD1,28 miliar) pada kuartal IV-2024.

Jika arus masuk dana asing di pasar saham terus berlanjut sepanjang bulan ini, ada peluang tekanan pada rupiah dapat berkurang dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Namun, dinamika global dan domestik tetap menjadi faktor penentu utama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa