AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI, Jefry Romdonny, mendorong PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk lebih agresif dalam memberikan pembiayaan pada sektor-sektor potensial, khususnya pariwisata.
Dorongan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR RI dengan sejumlah Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Jefry mengapresiasi kontribusi PT SMI yang mampu menyetorkan dividen ke negara rata-rata sebesar Rp500 miliar per tahun. Namun, ia berharap dividen ini dapat meningkat signifikan pada tahun depan.
"Kami mengapresiasi bahwasanya PT SMI mampu memberikan dividen ke negara rata-rata Rp500 miliar per tahun. Kalau bisa, target dividen tahun depan dinaikkan menjadi Rp700 miliar," ujar politisi Fraksi Partai Gerindra itu.
Menurut Jefry, sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan dividen perusahaan sekaligus mendukung perekonomian daerah. Pembiayaan proyek pariwisata yang berorientasi pada profit dinilai dapat memberikan dampak langsung pada pendapatan daerah setelah proyek tersebut selesai.
Menurut Jefry, sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan dividen perusahaan sekaligus mendukung perekonomian daerah. Pembiayaan proyek pariwisata yang berorientasi pada profit dinilai dapat memberikan dampak langsung pada pendapatan daerah setelah proyek tersebut selesai.
Baca Juga: Pendapatan SMI 2023 Naik 22,8 Persen Karena Ini
“Kami rasa caranya mudah, yaitu dengan mendanai proyek pembangunan daerah yang orientasinya profit. Setelah proyek selesai, daerah akan memperoleh pendapatan dari pembangunan tersebut,” lanjutnya.
Ia menilai sektor pariwisata tidak hanya memberikan keuntungan langsung kepada industri pariwisata seperti hotel, restoran, dan transportasi, tetapi juga berdampak pada sektor lainnya seperti perbelanjaan dan penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, PT SMI perlu meningkatkan keberanian dalam melakukan pembiayaan di sektor ini.
“Kami menilai investasi SMI di bidang pariwisata masih sangat kurang, hanya Rp0,23 triliun. Padahal, multiplier efek pariwisata ini sangat besar. Uang wisatawan yang dikeluarkan selama perjalanan mereka berdampak luas pada perekonomian,” tegas Jefry yang juga merupakan anggota Badan Anggaran DPR RI.
Sebagai salah satu SMV Kementerian Keuangan, PT SMI berperan penting dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Perusahaan ini memiliki mandat khusus untuk mendukung percepatan pembangunan nasional melalui pembiayaan proyek strategis.
Dalam RDP tersebut, hadir pula perusahaan SMV lainnya seperti PT Geo Dipa Energi (Persero), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), dan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (Persero). Selain itu, jajaran LPEI turut membahas kinerja dan progres implementasi Pelaksanaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PMA) untuk tahun anggaran 2024.
Jefry juga menyoroti pentingnya PT SMI sebagai salah satu motor pembangunan di Indonesia. Ia berharap perusahaan ini dapat memperluas cakupan pembiayaannya ke proyek-proyek yang mendukung keberlanjutan ekonomi, terutama di sektor-sektor yang memiliki dampak besar terhadap masyarakat.
“Jika PT SMI mampu lebih agresif dalam pembiayaan sektor-sektor potensial seperti pariwisata, tidak hanya dividen yang akan meningkat, tetapi juga dampak pembangunan akan dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semakin besar perhatian DPR terhadap optimalisasi peran SMV Kemenkeu, harapannya adalah sektor-sektor potensial, seperti pariwisata, dapat menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami rasa caranya mudah, yaitu dengan mendanai proyek pembangunan daerah yang orientasinya profit. Setelah proyek selesai, daerah akan memperoleh pendapatan dari pembangunan tersebut,” lanjutnya.
Ia menilai sektor pariwisata tidak hanya memberikan keuntungan langsung kepada industri pariwisata seperti hotel, restoran, dan transportasi, tetapi juga berdampak pada sektor lainnya seperti perbelanjaan dan penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, PT SMI perlu meningkatkan keberanian dalam melakukan pembiayaan di sektor ini.
“Kami menilai investasi SMI di bidang pariwisata masih sangat kurang, hanya Rp0,23 triliun. Padahal, multiplier efek pariwisata ini sangat besar. Uang wisatawan yang dikeluarkan selama perjalanan mereka berdampak luas pada perekonomian,” tegas Jefry yang juga merupakan anggota Badan Anggaran DPR RI.
Sebagai salah satu SMV Kementerian Keuangan, PT SMI berperan penting dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Perusahaan ini memiliki mandat khusus untuk mendukung percepatan pembangunan nasional melalui pembiayaan proyek strategis.
Dalam RDP tersebut, hadir pula perusahaan SMV lainnya seperti PT Geo Dipa Energi (Persero), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), dan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (Persero). Selain itu, jajaran LPEI turut membahas kinerja dan progres implementasi Pelaksanaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PMA) untuk tahun anggaran 2024.
Jefry juga menyoroti pentingnya PT SMI sebagai salah satu motor pembangunan di Indonesia. Ia berharap perusahaan ini dapat memperluas cakupan pembiayaannya ke proyek-proyek yang mendukung keberlanjutan ekonomi, terutama di sektor-sektor yang memiliki dampak besar terhadap masyarakat.
“Jika PT SMI mampu lebih agresif dalam pembiayaan sektor-sektor potensial seperti pariwisata, tidak hanya dividen yang akan meningkat, tetapi juga dampak pembangunan akan dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semakin besar perhatian DPR terhadap optimalisasi peran SMV Kemenkeu, harapannya adalah sektor-sektor potensial, seperti pariwisata, dapat menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









