10 Perbedaan Tabungan dengan Deposito
Hefriday | 18 November 2024, 18:51 WIB

AKURAT.CO Deposito dan tabungan adalah dua produk keuangan yang banyak ditawarkan oleh bank, namun memiliki karakteristik yang sangat berbeda.
Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting agar Anda dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan Anda.
Dikutip dari beberapa sumber, Senin (18/11/2024), berikut perbedaan fundamental antara deposito dan tabungan.
1. Tujuan Penggunaan
1. Tujuan Penggunaan
Deposito umumnya ditujukan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Dana yang ditempatkan di deposito biasanya tidak dimaksudkan untuk penggunaan dalam waktu dekat, sehingga memberikan keuntungan berupa bunga yang lebih tinggi. Sebaliknya, tabungan digunakan untuk kebutuhan harian atau jangka pendek, seperti belanja atau kebutuhan mendadak.
Baca Juga: KB Bank Syariah Luncurkan Tabungan Berhadiah Kurban dan Deposito Wakaf
2. Akses dan Penarikan Dana
2. Akses dan Penarikan Dana
Deposito memiliki keterbatasan dalam akses dana. Penarikan dana hanya dapat dilakukan saat jatuh tempo, dengan risiko denda jika dilakukan lebih awal. Sebaliknya, dana tabungan dapat diakses kapan saja dengan mudah melalui ATM, mobile banking, atau teller, tanpa dikenakan penalti.
3. Suku Bunga
3. Suku Bunga
Suku bunga deposito lebih tinggi dibandingkan tabungan. Rata-rata bunga deposito di Indonesia berkisar antara 4% hingga 7% per tahun, tergantung pada bank dan tenor yang dipilih. Di sisi lain, bunga tabungan relatif kecil, berkisar 0,5% hingga 3% per tahun.
4. Jangka Waktu Penempatan
4. Jangka Waktu Penempatan
Deposito memiliki jangka waktu tertentu, seperti 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. Dana tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa konsekuensi denda. Sementara itu, tabungan tidak memiliki batasan waktu, sehingga lebih fleksibel untuk penyimpanan maupun penarikan kapan saja.
5. Biaya Administrasi
5. Biaya Administrasi
Deposito umumnya bebas biaya administrasi, namun denda akan dikenakan jika pencairan dilakukan sebelum jatuh tempo. Sebaliknya, tabungan sering kali memiliki biaya administrasi bulanan, meski beberapa bank menawarkan produk tabungan bebas biaya administrasi dengan syarat tertentu.
6. Sifat dan Risiko
6. Sifat dan Risiko
Deposito memiliki sifat yang kurang likuid dibandingkan tabungan, karena keterbatasan akses dana. Namun, deposito dianggap sebagai instrumen dengan risiko rendah dan cocok untuk investasi jangka panjang. Tabungan lebih likuid dan memungkinkan akses dana kapan saja, tetapi biasanya menghasilkan imbal hasil yang lebih rendah.
7. Fleksibilitas
7. Fleksibilitas
Tabungan lebih fleksibel dibandingkan deposito. Produk ini dilengkapi berbagai layanan seperti kartu ATM, mobile banking, dan internet banking, yang memudahkan transaksi harian. Deposito, di sisi lain, biasanya tidak menyediakan layanan tambahan seperti ini karena tidak dirancang untuk penggunaan sehari-hari.
8. Imbal Hasil
8. Imbal Hasil
Imbal hasil deposito lebih besar karena suku bunganya lebih tinggi, menjadikannya pilihan menarik untuk investasi. Sebaliknya, tabungan menghasilkan imbal hasil lebih kecil karena suku bunganya rendah, namun menawarkan keunggulan berupa kemudahan akses dana.
9. Sistem Pengelolaan Dana
9. Sistem Pengelolaan Dana
Dana deposito dikelola oleh bank dalam jangka waktu tertentu, memberikan kesempatan bank untuk memaksimalkan pengelolaannya. Tabungan, sebaliknya, bersifat lebih fleksibel tanpa komitmen waktu, sehingga dana dapat digunakan kapan saja.
10. Pertimbangan untuk Memilih
10. Pertimbangan untuk Memilih
Sebelum memilih antara deposito dan tabungan, penting untuk memahami tujuan keuangan Anda. Jika Anda mencari instrumen investasi jangka panjang dengan imbal hasil lebih besar, deposito bisa menjadi pilihan tepat. Namun, jika fleksibilitas dan kemudahan akses dana menjadi prioritas, tabungan adalah pilihan yang lebih sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









