Saham Emiten Hary Tanoe Memerah, Trump Effect Pudar?

AKURAT.CO. Saham emiten konglomerat Hary Tanoe, PT MNC Land Tbk (KPIG) terpantau memerah atau turun 2 poin (1,23%) ke Rp161 pada pukul 11.15 WIB, berdasarkan pantauan RTI.
Data RTI menunjukan KPIH diperdagangkan di rentang Rp158-Rp167 hari ini, sebanyak 4.104 kali dengan volume 157 juta lembar saham serta Price to Earning Ratio atau PER 21,31.
Padahal sebelumnya saham emiten yang diafiliasikan dengan Trump ini terus menguat pasca pengumuman kemenangan Trump. Asal tahum KPIG turut menggarap proyek Trump Apartment, Trump Golf dan Trump Hyatt Hotel di KEK Lido da Bali.
Baca Juga: Selain Hary Tanoesoedibjo, Siapa Konglomerat RI Yang Turut Kecipratan Trump Effect?
Apa gerangan? Menurut Senior Market Chartist Mirae Asset, Nafan Aji Gusta, penyebabnya tak lain adalah Trump Effect yang sifatnya temporary atau sementara. Hal ini dibuktikan dengan kapitalisasi pasar KPIH yang turun ke level Rp15,71 triliun.
"Penguatannya temporary karena capping mengalami pemelahan," ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Selasa (12/11/2024).
Ditambahkan, saham KPIG terus menguat tak lama sejak pengumuman kemenangan Trump dan ditambah lagi undangan khusus ke Hary Tanoe dan istrinya untuk merayakan kemenangan Trump di Florida.
"Saham-saham HT (Hary Tanoe) termasuk KPIG memang mengalami penguatan ya karena kemengan Trump mejadi katalis positif termasuk juga faktor kedekatan personal. Meraka juga punya hubungan bisnis atau B2B terkait properti di KEK Lido, ada golf ya setahu saya," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










