Akurat

Saham Emiten Hary Tanoe Terguyur Sentimen Positif Kemenangan Trump

Demi Ermansyah | 8 November 2024, 11:51 WIB
Saham Emiten Hary Tanoe Terguyur Sentimen Positif Kemenangan Trump

AKURAT.CO Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2024 telah membawa dampak langsung bagi pasar saham Indonesia, terutama pada emiten-emiten yang memiliki afiliasi bisnis dengan eks-presiden AS tersebut. 

Salah satu contohnya adalah saham PT MNC Land Tbk (KPIG), yang melonjak 13,66% menjadi Rp183 pada penutupan perdagangan Rabu (6/11/2024). Kenaikan signifikan ini mencerminkan sentimen positif investor terhadap prospek masa depan perusahaan.
 
PT MNC Land Tbk, yang merupakan bagian dari MNC Group di bawah kepemimpinan konglomerat Hary Tanoesoedibjo, memiliki beberapa proyek strategis yang melibatkan nama Trump. 
 
 
Salah satunya adalah Trump International Golf Club Lido yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MNC Lido City, Jawa Barat.
 
Tidak hanya saham KPIG, emiten lain dalam MNC Group seperti PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT), dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) juga mengalami peningkatan masing-masing sebesar 5,1%, 5,13%, dan 1,89%.

Sentimen Positif Pemilu AS

Kemenangan Trump, yang didukung oleh Partai Republik dan berhasil mengamankan 277 suara electoral vote, telah membawa angin segar bagi perusahaan-perusahaan yang terhubung secara bisnis dengan jaringan bisnisnya. 
 
Di AS, Trump memenangkan beberapa negara bagian strategis, membawanya ke kursi presiden untuk periode kedua setelah masa jabatan sebelumnya pada 2017-2021. 
 
Hasil pemilu ini memberikan prospek yang menjanjikan bagi entitas bisnis yang berada dalam jaringan afiliasinya, termasuk proyek-proyek MNC Group.
 
Sentimen positif ini sudah terasa sejak Juli 2024 ketika saham KPIG menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang signifikan. Secara Year-to-Date (YTD), harga saham KPIG telah mengalami kenaikan sebesar 198% dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. 
 
Sementara itu, induk usaha MNC Group, yakni PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT), dilaporkan aktif memborong saham KPIG di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Juli lalu, yang mengindikasikan kepercayaan tinggi terhadap prospek perusahaan.
 
Salah satunya kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MNC Lido City menjadi pusat perhatian seiring rencana peluncuran proyek Trump International Golf Club Lido dan Trump Residences Lido di semester kedua tahun ini. 
 
Berlokasi di Bogor, Jawa Barat, KEK MNC Lido City mencakup area seluas 1.040 hektare dari total lahan 3.000 hektare, dan telah dirancang untuk menjadi pusat pariwisata yang memadukan kemewahan dan pengalaman wisata terpadu. 
 
Kawasan ini juga akan dilengkapi dengan Hyatt Regency Lido, menjadikan MNC Lido City sebagai destinasi berkelas dunia.
 
Pengembangan MNC Lido City ini diyakini akan mendapatkan keuntungan dari hubungan bisnis yang terjalin dengan entitas Trump, terutama dengan adanya proyek-proyek berlabel Trump yang membawa nilai prestise global. Proyek ini berpotensi menarik wisatawan dan investor dari luar negeri, terutama dengan jaminan branding Trump yang sudah mendunia.

Potensi Jangka Panjang

Bagi investor, kemenangan Trump dipandang sebagai katalis positif bagi saham-saham di bawah naungan MNC Group, mengingat potensi peningkatan nilai proyek dan daya tarik internasional yang dihadirkan oleh nama besar Trump. 
 
Selain pengembangan kawasan wisata terpadu di Lido, proyek Trump International Golf Club dan Trump Residences menjadi daya tarik tersendiri yang diproyeksikan mampu mendongkrak nilai ekonomi kawasan.
 
Meski demikian, para investor tetap diingatkan untuk mencermati potensi risiko, termasuk ketidakpastian dalam kondisi ekonomi global dan fluktuasi pasar. 
 
Namun, kemenangan Trump jelas menambahkan lapisan optimisme terhadap proyek-proyek yang sudah berjalan di Indonesia, dengan MNC Group yang semakin memantapkan posisinya di pasar domestik dan berpotensi memperluas jangkauan bisnisnya secara global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.