IHSG Memerah 1,9 Persen ke 7.243,86

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis sore (7/11/2024), ditutup melemah di level 7.243,86. Indeks terpantau turun sebesar 140 poin atau 1,9% dari posisi pembukaannya.
Selama perdagangan berlangsung, IHSG sempat berada pada level terendah di 7.257,975 dan berhasil mencapai level tertinggi di 7.386,387.
Volume transaksi IHSG mencapai 171,34 juta unit dengan nilai transaksi senilai Rp9,72 triliun. Kendati IHSG melemah, sejumlah saham unggulan (blue chip) tercatat masih diminati investor dan berhasil mencatatkan volume transaksi yang signifikan. Dari data yang diperoleh, sektor-sektor utama masih menunjukkan pergerakan dinamis di tengah ketidakpastian pasar.
Baca Juga: IHSG Nanjak ke 7.491,93, Berikut Daftar Top Gainers
LQ45, salah satu kelompok saham terpopuler, mengalami pelemahan sebesar 0,0137% ke level 901,434. Sementara itu, IDX30 juga tercatat melemah sebesar 0,0106% menjadi 463,444. Pergerakan indeks ini mencerminkan sentimen investor yang cenderung berhati-hati pada saham-saham besar, meskipun likuiditas tetap stabil.
Di antara saham blue chip, terdapat pergerakan beragam dengan 24 emiten melemah, 14 emiten menguat, dan 7 emiten lainnya tidak mengalami perubahan harga. Saham-saham berkapitalisasi besar masih diminati, terutama yang termasuk dalam sektor perbankan dan tambang, meskipun IHSG menunjukkan tren negatif. Hal ini terlihat dari tingginya frekuensi transaksi pada sejumlah saham unggulan.
Data dari IMQ21 menunjukkan lima saham yang paling aktif diperdagangkan pada hari ini, yaitu BBRI (Bank Rakyat Indonesia) dengan 49.496 kali transaksi, BBCA (Bank Central Asia) dengan 27.226 kali transaksi, dan BMRI (Bank Mandiri) sebanyak 21.982 kali.
Sementara di sektor energi dan tambang, saham ADRO (Adaro Energy Indonesia) dan ANTM (Aneka Tambang) masing-masing diperdagangkan sebanyak 18.803 kali dan 13.737 kali.
Peningkatan volume transaksi pada saham-saham tersebut menunjukkan bahwa investor masih melihat potensi dalam saham blue chip meskipun pasar bergerak fluktuatif. Bank-bank besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI mencerminkan kepercayaan investor pada sektor perbankan yang dianggap mampu bertahan menghadapi volatilitas ekonomi.
Di sisi lain, sektor tambang melalui saham ADRO dan ANTM juga menarik minat investor, didorong oleh prospek positif sektor energi dan tambang. Saham-saham ini kerap menjadi pilihan investor dalam kondisi pasar yang cenderung bergejolak, mengingat kebutuhan energi dan komoditas yang tetap tinggi.
Kendati sentimen investor dipengaruhi oleh kondisi global dan regional, banyak analis pasar masih optimis terhadap pergerakan IHSG ke depannya. Diperkirakan adanya penyesuaian strategi investor yang lebih selektif dan fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat dan prospek jangka panjang.
Para investor diharapkan tetap waspada dan mempertimbangkan berita ekonomi dan kebijakan global yang dapat mempengaruhi arah pergerakan IHSG. Sementara itu, prospek sektor perbankan dan energi diharapkan dapat tetap positif, dengan potensi pemulihan setelah melewati masa pelemahan ini.
Dengan volatilitas yang terjadi, pengamat pasar menyarankan agar investor tetap melakukan diversifikasi portofolio dan mempertahankan eksposur terhadap saham-saham defensif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









