Pasar Waspadai Hasil Jajak Pendapat Trump dan Haris Yang Berimbang
Demi Ermansyah | 5 November 2024, 16:28 WIB

AKURAT.CO Ekonom dan praktisi pasar modal, Hans Kwee mengatakan bahwa pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati mencermati Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (5/11/2024) waktu setempat.
Responden dalam survei nasional yang dilakukan oleh Emerson College Polling menunjukkan bahwa dukungan bagi Donald Trump dan Kamala Harris menunjukkan hasil sama, yaitu masing-masing memperoleh 49% suara.
"Menjelang Pilpres AS, pasar hati-hati karena jajak pendapat bahwa suara (Donald) Trump dan (Kamala) Haris berimbang," ujar Hans melansir dari Antara, Selasa (5/11/2024).
Hans mengatakan bahwa apabila Donald Trump memenangkan kontestasi, maka dapat berdampak positif terhadap ekonomi dan pasar saham AS. Namun demikian, menurutnya, kemenangan tersebut bencana bagi global khususnya emerging market, termasuk Indonesia.
"Kemenangan Trump akan positif bagi ekonomi dan pasar saham AS, tetapi bencana bagi dunia dan emerging market, termasuk Indonesia. Tetapi sifat kejatuhan pasar jangka pendek," ujar Hans.
Sementara itu, terkait sentimen dari dalam negeri, Ia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi atau besaran Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan berada di kisaran 5% year on year (yoy) pada kuartal III-2024.
Untuk periode kuartalan, Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan berada di level 1,60% quartal on quartal (qoq) pada kuartal III-2024.
Rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 tersebut, menurutnya, tidak akan terlalu berdampak negatif bagi pasar saham Indonesia, yang nama koreksi pasar saham saat ini lebih dikarenakan mendekati Pilpres AS.
"Tidak terlalu negatif bagi pasar Indonesia. Tetapi, pasar saham koreksi karena mendekati Pemilu AS," ujar Hans.
Dari mancanegara, akan diselenggarakan pesta demokrasi berupa Pemilihan Presiden (Pilpres) di AS pada Selasa (5/11/2024), serta terdapat penyelenggaraan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 6 dan 7 November 2024 waktu AS.
Sementara itu, dari dalam negeri, pada Selasa (5/11/2024), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi atau atau besaran Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III-2024, yang melambat ke 4,95%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










