Dana Asing Rp6,63 Triliun Kabur dari RI dalam Sepekan

AKURAT.CO Dana asing sebesar Rp6,63 triliun tercatat keluar (capital outflow) dari pasar Indonesia pada pekan keempat Oktober 2024, berdasarkan data setelmen Bank Indonesia (BI).
Rinciannya, non residen jual bersih saham sebesar Rp3,01 triliun dan obligasi SBN senilai Rp4,53 triliun, sementara di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) terdapat pembelian bersih sebesar Rp0,91 triliun.
Namun demikian, sepanjang 2024 hingga 24 Oktober, nonresiden masih mencatatkan beli bersih (capital inflow) Rp287,18 triliun di beberapa sektor investasi utama. Untuk pasar saham, tercatat beli bersih sebesar Rp44,48 triliun, pasar SBN Rp47,31 triliun, dan SRBI Rp195,39 triliun.
Baca Juga: Dana Asing Rp1,09 Triliun Kabur dari RI dalam Sepekan
Khusus di semester kedua, nonresiden melakukan beli bersih yang kuat, dengan total pembelian di pasar saham, SBN, dan SRBI mencapai Rp44,14 triliun, Rp81,27 triliun, dan Rp65,04 triliun, berturut-turut.
Sementara dari sisi nilai tukar, hingga akhir Kamis (24/10/2024), Rupiah ditutup pada level Rp15.575 per dolar AS, menunjukkan adanya tekanan eksternal yang signifikan, terutama dari kenaikan imbal hasil surat berharga global dan penguatan indeks DXY (Dollar Index). Pada Jumat pagi (25/10), Rupiah sedikit melemah menjadi Rp15.580 per dolar AS.
Penguatan indeks DXY ke level 104,06 pada Kamis turut memperberat nilai tukar Rupiah, seiring dengan pengaruh meningkatnya suku bunga global yang memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi. Pendekatan bauran kebijakan yang terintegrasi akan dioptimalkan, guna merespons dinamika global yang memengaruhi arus modal dan stabilitas nilai tukar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










