Akurat

Laba Kuartal III-2024 Moncer, Analis Taksir Laba BCA di 2024 Tembus Rp54,6 Triliun

Hefriday | 24 Oktober 2024, 18:59 WIB
Laba Kuartal III-2024 Moncer, Analis Taksir Laba BCA di 2024 Tembus Rp54,6 Triliun

AKURAT.CO PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan laba bersih sebesar Rp4,1 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun ini, mencatat pertumbuhan 12,8% secara tahunan (year-on-year). Peningkatan ini dianggap sejalan dengan proyeksi analis, yang memperkirakan pertumbuhan laba akan terus berlanjut hingga akhir tahun.

Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas yang dirilis pada 24 Oktober 2024, laba BBCA sudah mencapai 78% dari proyeksi sekuritas dan 76,1% dari konsensus analis. Analis Victor Stefano menjelaskan bahwa kinerja positif BBCA didorong oleh beberapa faktor, termasuk pertumbuhan kredit, peningkatan Net Interest Margin (NIM), serta beban operasional yang terkendali.

"Selama sembilan bulan pertama tahun ini, BBCA mencatat pertumbuhan kredit sebesar 14,5 persen secara tahunan, mencapai Rp877 triliun. Segmen korporasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 16 persen, didukung oleh proyek hilirisasi. Segmen lainnya, seperti Usaha Kecil dan Menengah (UKM), konsumer, dan komersial, juga mencatat kenaikan masing-masing sebesar 14 persen, 13 persen dan 12 persen," ujarnya dikutip Kamis (24/10/2024).

Baca Juga: BCA Bukukan Pertumbuh Kredit 14,5 Persen di Kuartal III-2024, Tembus Rp877 Triliun

Peningkatan NIM BBCA juga tercapai berkat pergeseran alokasi aset dari penempatan di bank sentral ke aset dengan yield yang lebih tinggi, serta peningkatan komposisi kredit terhadap earning assets. Manajemen BBCA menaikkan target pertumbuhan kredit menjadi 10%-12%, lebih tinggi dari proyeksi awal sebesar 8%-10%, meskipun pertumbuhan kredit di kuartal IV diprediksi akan melambat.

Pada kuartal III-2024, Loan to Deposit Ratio (LDR) BBCA meningkat menjadi 78% dari 76% pada kuartal sebelumnya. Kenaikan ini turut membantu pertumbuhan NIM BBCA, yang diperkirakan akan berada pada kisaran 5,7% hingga 5,8% hingga akhir tahun, lebih tinggi dari target awal 5,5% hingga 5,6%.

Meski suku bunga acuan baru-baru ini mengalami penurunan, manajemen BBCA memperkirakan dampaknya akan terbatas dalam jangka pendek. Hal ini dikarenakan imbal hasil surat berharga negara (SBN) yang masih tinggi serta terbatasnya ruang penurunan suku bunga lebih lanjut, terutama jika nilai tukar rupiah mendekati Rp16.000 per dolar AS.

Dengan pertumbuhan laba yang stabil dan prospek ke depan yang optimis, BRI Danareksa Sekuritas tetap merekomendasikan beli saham BBCA. Target harga saham BBCA dinaikkan menjadi Rp12.800 per saham, dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp12.400 per saham.

Selain itu, proyeksi laba bersih BBCA juga ditingkatkan menjadi Rp54,6 triliun di tahun 2024, dan diperkirakan akan mencapai Rp59,67 triliun pada 2025. Riset ini juga sedikit menaikkan estimasi laba bersih BBCA sebesar 3% untuk periode 2024-2025.

"Kami tetap menggunakan metode penilaian berbasis model pertumbuhan Gordon (GGM), dengan cost of equity (CoE) sebesar 6,4 persen dan long-term growth (LTG) sebesar 3 persen, menghasilkan fair value price-to-book value (PBV) sebesar 5,5 kali dari sebelumnya 5,3 kali," jelas Victor Stefano.

Namun, meski optimis, BBCA tetap menghadapi beberapa risiko, seperti penurunan imbal hasil pinjaman dan potensi memburuknya kualitas aset. Kendati demikian, BBCA tetap percaya diri dalam mempertahankan stabilitas imbal hasil kredit korporasi serta mengelola risiko suku bunga acuan yang terkendali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa