AKURAT.CO Direktur Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), R. Joko Siswanto menyampaikan bahwa Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) pada dasarnya memuat prinsip yang mengacu pada standar internasional dan kepentingan nasional.
Joko menekankan, kesesuaian dengan standar internasional menjadi hal yang penting. Hal ini mengingat pembuatan suatu standar mempertimbangkan standar definisi (common language). Kesesuaian dengan standar juga bertujuan untuk mencegah risiko greenwashing sehingga penyusunan suatu standar tidak dilakukan secara asal-asalan.
“Penting, pertama, common language. Kedua, untuk mencegah greenwashing, jadi supaya tidak sembarangan saja. Nah, international standard dan kepentingan nasional itu juga menjadi salah dua dari prinsip yang ada di TKBI,” kata Joko dalam diskusi Green Economy Expo 2024 di Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga: Akselerasi Pembiayaan hijau, TKBI OJK Fokus ke 3 Sektor
Sebagai anggota ASEAN Taxonomy Board, Joko mengatakan bahwa OJK selalu menjaga kesesuaian standar dalam TKBI agar selaras dengan lingkup ASEAN. TKBI merupakan produk yang berbasis ilmu pengetahuan (science based) dan produk bersama yang turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pembuatannya.
“Kita juga memperhatikan perkembangan yang terjadi di dunia saat ini, seperti apa kriterianya. Selain itu juga inklusif, artinya Taksonomi ini tidak hanya nanti digunakan kepada perusahaan-perusahaan yang skalanya besar, tapi juga bisa digunakan untuk UMKM,” kata Joko.
Diluncurkan pada Februari lalu, TKBI merupakan klasifikasi aktivitas ekonomi yang mendukung upaya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. TKBI ini merupakan transformasi dari Taksonomi Hijau Indonesia Edisi 1.0. Kerangka, elemen, dan kriteria TKBI mengacu pada ASEAN Taxonomy for Sustainable Finance dan kebijakan nasional sebagai referensi utamanya.
Joko mengatakan, Taksonomi versi sebelumnya hanya berfokus pada aspek lingkungan saja. Kini Taksonomi versi baru mencoba menyeimbangkan tidak hanya aspek lingkungan, melainkan juga sosial dan ekonomi.
TKBI mengadopsi empat tujuan lingkungan (environmental objective/EO) dari ASEAN Taxonomy for Sustainable Finance antara lain mitigasi perubahan iklim, adaptasi perubahan iklim, perlindungan keanekaragaman hayati, dan ekonomi sirkular.
“Jadi salah satu tujuan lingkungan dari Taksonomi adalah ekonomi sirkular. Sehingga Taksonomi sangat relevan dan mendukung sekali kegiatan-kegiatan berkelanjutan yang ditinjau dari aspek ekonomi sirkular,” kata Joko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara










