IHSG Terkoreksi, Saatnya Cicil Saham Big Caps?

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir lebih dari 2% sepanjang semester I-2024 lalu. Di tengah koreksi pasar saat ini, peluang untuk menyicil saham big caps kian terbuka. Kok bisa?
Mengutip riset Stockbit, berdasarkan data historis, saham big caps dengan fundamental yang baik selalu mampu rebound puluhan bahkan ratusan persen dari titik terendahnya. Ambil contoh, ASII sempat anjlok di 2008 seiring krisis keuangan global.
IHSG kala itu sempat anjlok 61% dari titik tertinggi di Rp2.838 pada Januari 2008 ke titik terendahnya di Rp1.089 di Oktober 2008. Namun mengalami kenaikan 118% setahun berikutnya. ASII pun sempat turun 75% di 2008, lalu rebound lagi hingga 338%.
Baca Juga: Cuan Terus Melesat, Ini 10 Saham Blue Chip Paling Aman di Dunia tahun 2020
Kemudian BBRI, yang pada 2020 lalu sempat turun 47% lalu rebound hingga 91% dalam waktu satu tahun. Saat itu, IHSG juga susut 38% dari titik tertinggi di Rp6.348 di Januari 2020 ke titik terendahnya di Rp3.911 di Maret 2020. Namun setelahnya mengalami kenaikan 56% setahun berikutnya.
Koreksi market juga sempat terjadi meskipun tak sebesar pada 2008 dan 2020. Antara lain di 2011 karena krisis utang Eropa, di 2013 karena The Fed taper tantrum sementara Indonesia twin deficit dan rupiah yang terdepresiasi, di 2015 karena kenaikan suku bunga The Fed pertama sejak krisis finansial global, Eurozone debt crisis, devaluasi mata uang China, perlambatan PDB Indonesia serta di 2018 karena perang dagang AS dan China.
Meski sempat market terkoreksi, saham big caps ini juga selalu bangkit dan memberikan return signifikan dalam waktu satu tahun.
Saat ini, setidaknya hingga 19 Juni 2024 lalu, pasar saham kembali mengalami koreksi dan saham blue chip dengan fundamental baik sudah mengalami penurunan cukup dalam dari harga tertingginya di 14 Maret tahun ini.
Misalnya BBRI yang mengalami penurunan harga 33,3% hingga Rp4.100 dari all time high di Rp6.150. Kemudian BBCA mengalami penurunan harga 12,3% hingga Rp9.050 dari all time high di Rp10.325. Lalu BMRI mengalami penurunan harga 22,3% hingga Rp5.750 dari all time high di Rp7.400. Selanjutnya ASII mengalami penurunan harga 15,6% hingga Rp4.450 dari all time high di Rp5.275. Adapun TLKM mengalami penurunan harga 28,5% hingga Rp2.830 dari all time high di Rp3.960.
Jika berkaca pada data historis, koreksi saat ini bisa menjadi kesempatan bagi investor untuk mulai cicil beli saham big caps dengan fundamental yang baik di harga yang lebih murah atau wajar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










