Akurat

Kantor Pusat Berikan Arahan Baru, Saham Unilever (UNVR) Dapat Rekomendasi Overweight

Yosi Winosa | 19 Februari 2024, 14:47 WIB
Kantor Pusat Berikan Arahan Baru, Saham Unilever (UNVR) Dapat Rekomendasi Overweight

AKURAT.CO Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memperoleh rekomendasi overweight di tengah upaya atau arahan baru dari Head Quarter (kantor pusat) untuk meredam situasi geopolitik yang berpotensi memicu aksi boikot.

Overweight saham sendiri muncul ketika kondisi saham diprediksi akan mengalami kenaikan melebihi saham lainnya dari sektor yang sama. Perlu dicatat, overweight diukur berdasarkan sekumpulan saham dari industri yang sama. 

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Cindy Alicia Ramadhania memberikan rekomendasi overweight untuk saham UNVR dengan target harga Rp3.100. Meskipun saham emiten yang bergerak di bidang FMCG ini mengalami penurunan sebesar 20,11% sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Begini Arahan Bos Unilever Pusat Usai Terdampak Boikot

Analis perusahaan efek tersebut meyakini prospek positif saham ini terlebih jika mengacu pada perdagangan Senin, 19 Februari 2024 pukul 14.45 WIB, saham yang berkodekan UNVR telah berada di level Rp2.840 per saham atau naik 10 poin (0,35%).

"Adapun, risiko dari rekomendasi kami adalah masih adanya ketegangan geopolitik, down trading ke produk lain, kenaikan harga komoditas, dan melemahnya daya beli konsumen," ujarnya dalam riset terbarunya, dikutip Senin (19/2/2024).

Dalam paparannya, Cindy menjelaskan bahwa UNVR mencatatkan penjualan sebesar Rp8,1 triliun pada kuartal IV-2024, mengalami penurunan sebesar 20,5% secara kuartalan dan 16,3% secara tahunan.

Dengan demikian, penjualan kumulatif perusahaan turun 6,3% YoY menjadi Rp38,6 triliun. Seluruh segmen bisnis juga mengalami penurunan. "Misalnya, segmen beauty and personal care mengalami penurunan 7 persen secara tahunan, segmen home care terkontraksi 8,2 perseb secara tahunan, dan penjualan pada segmen food and refreshment mengalami koreksi 1,7 persen secara tahunan, terangnya.

Selain itu, penjualan baik domestik maupun ekspor pada tahun 2023 juga melemah. Penjualan domestik mencapai Rp37,4 triliun atau turun 5,2% YoY, sementara ekspor mencapai Rp1,2 triliun atau mengalami penurunan sebesar 30,9% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Cindy menambahkan, penurunan penjualan ini disebabkan oleh aksi boikot dan penyebaran informasi yang tidak benar terkait situasi geopolitik di Timur Tengah, yang berdampak pada citra merek perseroan.

Dari segi bottom line, laba bersih UNVR pada tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 10,5% YoY menjadi Rp4,8 triliun, seiring dengan menurunnya net profit margin (NPM) menjadi 12,4% dari sebelumnya 13%.

Sebelumnya CEO Unilever, Hein Schumacher mengatakan bahwa dukungan terhadap strategi baru menunjukkan bahwa ia masih mendapat dukungan dari investor aktivis yang mendukung pengangkatannya tahun lalu.

Schumacher mengatakan bahwa ia ingin Unilever, yang merek-mereknya meliputi sabun Dove, bumbu-bumbu Hellmann's dan es krim Ben & Jerry's, untuk menyusun strategi pemasaran yang sistematis untuk merek-merek unggulannya.

Pendahulunya, Alan Jope, dikritik karena membiarkan portofolio merek grup ini berkembang menjadi sekitar 400 merek, sehingga manajemen tidak memiliki banyak waktu untuk fokus pada merek-merek yang berkinerja terbaik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa