Akurat

Pemain Besar, Kredit BNI Ditaksir Nanjak 12 Persen Lebih di 2024

M. Rahman | 18 Januari 2024, 15:30 WIB
Pemain Besar, Kredit BNI Ditaksir Nanjak 12 Persen Lebih di 2024

AKURAT.CO Pengamat menilai kredit PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berpotensi tumbuh di atas industri di 2024.

Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani mengatakan sangat realistis jika kredit bank pelat merah tersebut tumbuh double digit tahun depan.

Hal tersebut mengingat pangsa pasar BNI sebagai emiten perbankan top 4 yang begitu besar serta target pertumbuhan kredit perbankan secara nasional yang ditetapkan Bank Indonesia atau BI di kisaran 10-12%.

Baca Juga: Berikan Experience Berbeda, BNI Resmikan Kantor Cabang UI Depok

Arjun percaya BBNI sangat bisa mencatatkan pertumbuhan kredit di atas target yang ditetapkan BI dan mengalahkan target BI tersebut.

"Wajar kalau asumsinya BBNI berpotensi mencapai laju pertumbuhan kredit yang dobel digit di 2024. Bahkan sebagai salah satu bank terbesar dengan pasca pasar cukup signifikan (emiten perbankan top 4)," ucap Arjun kepada Akurat.co, Selasa (16/1/2024).

Merujuk data di kuartal III-2023 lalu, kredit BBNI tumbuh 7,8% secara tahunan menjadi Rp671,4 triliun.

Penyaluran kredit yang tumbuh diiringi peningkatan kualitas aset. Tercatat, rasio NPL per September 2023 ada di 2,3%, jauh membaik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 3%.

Sementara pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income/ NII mengalami perubahan 0,5% secara tahunan menjadi Rp10,5 triliun.

Beban provisi (pencadangan untuk aset berkualitas buruk) susut 13% secara tahunan menjadi Rp2,2 triliun. Sementara beban bunga naik 71% secara tahunan menjadi Rp5,4 triliun seiring dengan tren kenaikan suku bunga dari BI.

Alhasil, laba bersih BBNI nanjak 11,5% atau sebesar Rp5,5 triliun di kuartal III-2023.

"Dengan peluang BI melonggarkan suku bunga acuannya di tahun 2024, ini dapat menjadi katalis positif dan memangkas beban bunga ditambah kualitas aset yang baik sehingga profitabilitas BBNI di 2024 kian tinggi," imbuhnya.

Prospek Cerah

Sebelumnya Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar menatap tahun 2024 dengan penuh optimisme melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin kuat dan melanjutkan tren kinerja impresif selama tujuh kuartal terakhir.

Royke menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang tertinggi ke-3 di antara negara-negara G20, di bawah China dan India.

Di sisi lain, inflasi RI di September 2023 berada di angka 2,28%, terendah ke-5 di antara negara-negara G20.

Perekonomian RI yang positif juga ditandai semakin banyaknya kegiatan bertaraf global di Indonesia dan maraknya kerja sama bilateral Indonesia dengan negara-negara mitra ekonomi, serta berlanjutnya pembangunan mega proyek Ibu Kota Negara atau (IKN), percepatan transisi ekonomi hijau, dan penguatan industri teknologi nasional.

"BNI sebagai bank global yang mendapat mandat langsung dari pemerintah, akan selalu proaktif memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi yang positif tahun ini," ujar Royke.

Selain itu, perseroan akan mengoptimalkan peran BNI di tengah isu-isu strategis yang dihadapi Indonesia dan ekonomi global.

"Kami memiliki berbagai solusi layanan dan program yang dapat kami showcasing kepada para investor dan pemangku kepentingan global, dan tentunya akan sangat relevan dengan setiap kebutuhan program pengembangan ekonomi Indonesia ke depan," imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa