Boomer Dan Gen X Hati-hati, Ini 5 Tanda Anda Belum Siap Pensiun Dini

AKURAT.CO Angka harapan hidup penduduk Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Catatan BPS, pada tahun 2022 lalu angka harapan hidup mencapai 73,6 tahun, jauh meningkat dibanding satu dekade yang lalu di kisaran 65 tahunan.
Seiring bertambahnya usia harapan hidup, ada kekhawatiran tersendiri terutama bagi mereka yang segera memasuki usia pensiun seperti generasi Boomer (kelahiran tahun 1946-1964 atau usia 59 -77 tahun) dan X (kelahiran tahun 1965-1980 atau usia 43-58 tahun).
Rerata penduduk Indonesia pensiun di usia 56 tahun bagi ASN dan 55 tahun bagi kebanyakan karyawan swasta. Namun tak sedikit dari mereka yang memutuskan untuk pensiun dini karena satu dan dua alasan.
Masalahnya, pensiun dini memperbesar risiko karena setiap tahun tambahan pasca-karier berarti satu tahun lebih sedikit yang bisa mereka tabung dan satu tahun lagi yang harus mereka biayai.
Meski begitu, banyak Gen X dan generasi boomer yang berencana untuk pensiun dini, namun mereka akan menghadapi kenyataan pahit jika mengambil keputusan tersebut sebelum mereka siap.
Baca Juga: Riset Neurosensum: Gen Z Punya Aspirasi Merdeka Finansial Pensiun Dini
Menurut Pemilik Strategic Wealth Strategies, Alan Porter, jika Anda Boomer dan Gen X mengalami satu dari lima tanda berikut namun berencana tetap pensiun dini, bisa jadi Anda salah ambil keputusan.
1. Hanya atau sebagian besar mengandalakan jaminan sosial
Menurut SSA atau Social Securty Administration AS, 37% pria dan 42% wanita berusia 65 tahun ke atas mengandalkan jaminan sosial setidaknya 50% atau lebih dari pendapatan mereka. 12% pria dan 15% wanita mengandalkan program ini untuk setidaknya 90% dari pendapatan mereka.
Jika Anda berada di sekitar angka ketergantungan pada tunjangan bulanan ini, Anda harus tetap bekerja dan menabung.
"Jaminan sosial hanya dirancang untuk menggantikan sekitar 40% dari penghasilan Anda. Meskipun Anda mungkin memiliki tunjangan jaminan sosial atau pensiun, sumber-sumber pendapatan ini sering kali tidak cukup," tulis Poter di Yahoo Finance, dikutip Jumat (3/11/2023).
2. Berencana melakukan pencairan lebih awal dana pensiun
Jika batas usia pencairan penuh JHT di Indonesia adalah 56 tahun, Anda mungkin berpikir bahwa Anda dapat melakukannya lima tahun lebih awal karena BPJS TK memungkinkan Anda mencairkannya lebih awal.
Ada beberapa masalah dengan cara berpikir tersebut. Pertama, jika Anda tidak dapat bertahan hidup tanpa tunjangan sekarang, apa yang akan Anda lakukan nanti? Mengklaim manfaat lebih awal mengindikasikan bahwa tabungan Anda tidak cukup untuk membawa Anda ke usia pensiun penuh. Jika demikian, bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya dan semoga puluhan tahun setelahnya?
"Generasi baby boomer dan Gen X dapat mengalami masalah keuangan jika mereka berencana untuk mengaktifkan manfaat jaminan sosial lebih awal untuk membiayai masa pensiun," kata Porter.
Masalah kedua, jatah uang pensiunan bulanan Anda akan berkurang.
Alasan lain mengapa Anda mungkin tidak bisa pensiun dini jika Anda mengambil Jaminan Sosial sebelum usia 67 tahun adalah karena Anda akan mendapatkan cek bulanan yang lebih kecil seumur hidup. Mengklaim manfaat sebelum usia pensiun penuh lazimnya akan mengakibatkan pengurangan permanen sedari manfaat peserta JHT.
Di sisi lain, Gen X dan generasi boomer yang memiliki sarang telur yang mampu membawa mereka melewati usia 67 tahun dapat meningkatkan pembayaran bulanan mereka dan menjamin lebih banyak pendapatan di tahun-tahun berikutnya dengan menunda.
"Menunggu untuk mengklaim manfaat Anda setelah usia pensiun penuh akan memungkinkan manfaat Anda tumbuh sebanyak 8% per tahun," kata Porter.
3. Hanya mengandalkan jaminan sosial dan dana pensiun
Meskipun jaminan sosial tidak lebih dari 40% dari penghasilan Anda seperti yang disarankan banyak perencana keuangan, komposisi 60% lainnya penghasilan Anda akan berperan besar dalam menentukan apakah Anda siap untuk pensiun dini atau tidak.
Dua sumber yang paling umum seperti jaminan sosial dan dana pensiun biasanya tidak akan cukup. Bergantung hanya pada jaminan sosial untuk mendanai masa pensiun Anda tidaklah cukup bagi sebagian besar pensiunan. Ingat, ketika Anda memfaktorkan pajak dan risiko pasar, tabungan Anda akan lebih cepat habis.
4. Jaminan sosial jadi satu-satunya penghasilan yang pasti
Tidak seperti uang pensiunan bulanan yang dijamin seumur hidup oleh negara (APBN) khususnya bagi ASN, sumber pendapatan yang terbatas seperti portofolio saham dan rekening tabungan mengharuskan Anda untuk menghabiskannya dan pada akhirnya akan habis.
Alternatif yang lebih baik adalah sumber pendapatan yang tidak habis seperti saham dividen atau properti sewaan, yang memberikan pendapatan tanpa Anda harus menjualnya.
Namun, saham dividen dapat kehilangan sebagian atau bahkan seluruh nilainya dan properti investasi dapat menganggur dan tidak membayar sewa kepada pemiliknya. Alternatif yang lebih baik adalah pendapatan pasti atau terjamin.
Jika generasi baby boomer dan Gen X tidak memiliki beberapa sumber pendapatan pasti untuk digunakan di masa pensiun, mereka mungkin tidak mampu untuk pensiun dini.
Menciptakan sumber-sumber pendapatan pasti membantu mengurangi risiko ini dan memastikan dana Anda bertahan hingga usia 80-an. Sebagian besar pensiunan membutuhkan beberapa sumber pendapatan pasti hanya untuk membayar kebutuhan hidup seperti perumahan, listrik/ BBM, dan makanan.
Bagaimana generasi boomer dan Gen X yang ingin pensiun dini bisa mendapatkan jaminan pendapatan? Instrumen seperti asuransi jiwa bernilai tunai dan anuitas tetap atau anuitas terindeks tetap yang terstruktur bisa menjadi alternatif pilihan.
5. Merencanakan skenario terbaik
Terakhir, Gen X dan generasi boomer sebaiknya tidak berencana untuk pensiun dini jika mereka belum menguji strategi mereka dalam menghadapi krisis, penurunan nilai, resesi, dan berbagai ancaman lain yang pasti akan terjadi di masa depan.
Jika Anda tidak memiliki rencana pensiun yang komprehensif yang melindungi uang Anda dari risiko di masa depan, seperti risiko pajak, risiko hasil investasi, atau risiko perawatan kesehatan, kemungkinan besar Anda belum siap untuk pensiun.
Anda mungkin siap untuk berhenti bekerja, namun jika Anda tidak memiliki beberapa sumber pendapatan, rencana untuk mengurangi kewajiban pajak, dan portofolio yang beragam yang mencakup produk-produk di luar pasar saham, Anda mungkin akan kaget saat melihat tabungan Anda mulai menghilang dengan cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










