Akurat

4 Sebab Mobile Banking Dan E-Wallet Jadi Primadona Orang Indonesia

Rahmat Ghafur | 26 Oktober 2023, 16:05 WIB
4 Sebab Mobile Banking Dan E-Wallet Jadi Primadona Orang Indonesia

AKURAT.CO Saat ini mobile banking dan e-wallet telah menjadi dua hal yang paling banyak dibicarakan dalam industri keuangan digital Indonesia. 

Hal ini terjadi karena akses yang mudah dan cepat membuat masyarakat mulai beralih menggunakan mobile banking maupun e-wallet, menggantikan cara-cara tradisional seperti transaksi tunai dan perbankan konvensional yang lamban dan kadang-kadang merepotkan.

Bahkan sejumlah besar bank di Indonesia telah merilis aplikasi mobile banking seluler untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses rekening dan transaksi dengan mudah. Sementara itu, e-wallet seperti GoPay, OVO, Dana, dan LinkAja telah menjadi pesaing kuat di pasar.

Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan penggunaan mobile banking dan e-wallet di Indonesia terus bertambah banyak. Lantas, bagaimana perkembangan mobile banking dan e-wallet dapat tumbuh dalam waktu yang relatif singkat?
 
Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (26/10/2023), sebenarnya jawabannya terletak pada sejumlah faktor. Pertama, Indonesia memiliki tingkat penetrasi perangkat seluler yang sangat tinggi. Bahkan di daerah pedesaan, hampir setiap orang memiliki akses ke ponsel cerdas. Ini membuat layanan mobile banking dan e-wallet dapat diakses oleh sebagian besar masyarakat.
 
Baca Juga: Rating Aplikasi Mobile Banking Jadi Tertinggi, Pengguna BRImo Capai 27,8 Juta User

Selain itu, kemudahan dalam menggunakan aplikasi mobile banking dan e-wallet dirancang dengan baik, dengan memperhatikan pengalaman pengguna yang ramah. Sehingga dengan beberapa ketukan pada layar ponsel, pengguna dapat melakukan berbagai transaksi keuangan.
 
Selanjutnya, pembayaran menggunakan mobile banking dan e-wallet lebih mengefisiensi waktu. Hal ini dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, hanya dengan perangkat seluler. Tentunya, ini menghemat waktu dan energi pengguna yang sebelumnya dihabiskan untuk pergi ke bank atau ATM.

Tidak hanya itu, keamanan juga menjadi faktor utama dalam pertumbuhan mobile banking dan e-wallet. Aplikasi ini sering dilengkapi dengan teknologi keamanan canggih, termasuk enkripsi data dan otentikasi dua faktor. Oleh karena itu, pengguna dapat merasa aman saat melakukan transaksi mereka, karena sistem keamanan yang kuat melindungi data pribadi mereka. Ini adalah perubahan besar dibandingkan dengan transaksi tunai, yang dapat rentan terhadap pencurian atau penipuan.

Dengan meningkatnya pengguna mobile banking dan e-wallet telah membawa dampak positif yang signifikan pada ekonomi dan keuangan di Indonesia. Salah satu manfaat utamanya adalah meningkatnya inklusi keuangan. Layanan ini memungkinkan akses ke sistem keuangan bagi mereka yang sebelumnya tidak terlayani oleh perbankan tradisional, terutama di daerah pedesaan. Dengan begitu, membantu mengurangi kesenjangan keuangan dan memberikan akses kepada masyarakat yang lebih luas.

Selain itu, mobile banking dan e-wallet membantu meningkatkan efisiensi dalam transaksi keuangan. Dengan kemampuan untuk melakukan transfer dana, pembayaran tagihan, dan pembelian secara digital, pengguna dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik. Mereka dapat dengan mudah melacak transaksi, mengelola anggaran, dan mendapatkan akses ke informasi keuangan mereka dengan cepat.

Selain manfaat individu, perkembangan mobile banking dan e-wallet juga berdampak pada ekonomi digital secara lebih luas. Pertumbuhan ini mendukung ekosistem ekonomi digital yang berkembang pesat di Indonesia. Bisnis online, startup fintech, dan industri terkait lainnya semuanya mengalami pertumbuhan yang signifikan. Penggunaan e-wallet dalam pembayaran online juga telah mempercepat pertumbuhan e-commerce di Indonesia.

Namun seperti halnya dengan perkembangan apapun, ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi dalam perkembangan mobile banking dan e-wallet di Indonesia. Salah satu tantangan utama adalah ketergantungan pada teknologi. Ketergantungan ini berarti bahwa gangguan teknis atau kegagalan sistem dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna.

Jika sistem mobile banking atau e-wallet mengalami gangguan, pengguna mungkin tidak dapat mengakses rekening mereka atau melakukan transaksi. Ini adalah risiko yang perlu diatasi oleh penyedia layanan. Keamanan data juga menjadi perhatian utama.
 
Dengan banyak data pribadi yang disimpan dalam aplikasi mobile banking dan e-wallet, ada risiko penyalahgunaan data atau pelanggaran keamanan. Dengan demikian, perlindungan data pribadi pengguna harus menjadi prioritas utama bagi penyedia layanan dan regulator. 
 
Tidak hanya itu saja, literasi keuangan juga menjadi masalah penting sebab banyak orang yang mungkin tidak sepenuhnya memahami potensi risiko atau keuntungan penggunaan layanan ini. Mereka mungkin tidak tahu cara mengelola keuangan mereka dengan baik atau bagaimana menghindari penipuan atau praktik keuangan yang buruk.
 
Regulasi di sektor fintech terus berubah, dan peraturan yang tidak konsisten dapat menciptakan ketidakpastian bagi penyedia layanan dan pengguna. Selain itu, peraturan yang tidak memadai atau tidak efektif dapat membahayakan pengguna. Perlindungan konsumen dan keamanan harus diutamakan dalam pengaturan sektor ini.

Terakhir, pemerintah, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya harus bekerja sama untuk menciptakan kebijakan yang mendukung perkembangan mobile banking dan e-wallet. Ini termasuk dalam hal kebijakan yang mempromosikan inovasi, keamanan, literasi keuangan, dan inklusi keuangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.