Risiko Pakai Paylater, Kenali Bahayanya Sebelum Mengaktifkan

AKURAT.CO Hidup di era yang serba teknologi ini, sudah pasti masyarakat akan semakin banyak yang memanfaatkan metode belanja online. Meskipun metode pembayaran dipermudah, namun kamu juga perlu waspada tentang risiko pakai paylater.
Paylater merupakan metode pembayaran yang sedang menjadi favorit masyarakat karena bisa mempermudah kegiatan belanja online. Dengan paylater, kita bisa bayar duluan barang yang ingin dibeli dan bayar di kemudian hari.
Meskipun terlihat menyenangkan, tetap saja ada risiko pakai paylater yang harus ditanggung. Seperti kamu yang bisa mengalami jeratan utang atau cicilan menumpuk akibat terlalu sering menggunakan fitur ini.
Mengutip berbagai sumber, Selasa (19/9/2023), masyarakat harus lebih waspada dengan fitur paylater. Untuk itu, ketahui sejumlah risiko pakai paylater terlalu sering di kemudian hari.
Baca Juga: OJK: Penggunaan PayLater Bisa Persulit Dapatkan KPR
1. Ada biaya tambahan yang jarang disadari
Mungkin banyak yang belum tahu, saat menggunakan paylater sebenar ada biaya tambahan. Seperti biaya subcription, biaya cicilan, dan biaya lainnya yang dapat berbeda sesuai dengan jenis aplikasinya.
Setelah dekat dengan jadwal tagihan, biaya-biaya tersebut akan memberatkan kamu karena harga yang dibayar berbeda dari pinjaman awal.
2. Memunculkan perilaku konsumtif berlebihan
Secara tidak sadar, risiko paylater bisa memunculkan sifat konsumtif. Para pengguna fitur ini dapat memberikan dorongan impulsif secara tidak sadar.
Dengan sifat konsumtif tersebut, akan membuat kamu membeli barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan. Kamu menjadi mudah boros karena membeli barang sesuka hati tanpa memikirkan risiko.
3. Ganggu reputasi skor kredit
Risiko paylater berikutnya, yaitu saat kamu mengalami penunggakan dalam pembayaran akan membuat catatan reputasi kredit menjadi buruk.
Jika sudah buruk, maka kamu akan sulit untuk pengajuan kredit lain yang lebih penting.
Tak hanya itu, kamu juga akan dipersulit melakukan pinjaman di bank karena nama kamu sudah tercatat otomatis.
4. Peretasan identitas
Risiko paylater yang berbahaya adalah peretasan identitas akibat melakukan transaksi digital. Meskipun sejumlah aplikasi sudah dilengkapi keamanan tinggi, tetap saja identitas kamu masih bisa diretas.
5. Uang menumpuk
Paylater sering disebut juga sebagai utang, sehingga memiliki kewajiban untuk membayar barang yang dibeli di kemudian hari. Tentu saja hal ini akan membebankan kamu karena utang akan semakin banyak.
6. Pengaturan keuangan terganggu
Berikutnya, fasilitas paylater dari berbagai aplikasi seringkali dapat mengganggu pengaturan keuangan pribadi. Seperti cicilan yang semakin numpuk, akan membuat kamu bingung untuk mengatur keuangan.
Dana yang disisihkan dari penghasilan hanya untuk membayar tagihan paylater. Sehingga tidak dapat terpakai untuk keperluan tak terduga sewaktu-waktu.
Itulah informasi lengkap mengenai risiko paylater yang harus kamu waspadai. Jangan sampai terlibat dalam utang yang tak ada habisnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







