Akurat

Mampukah Indonesia Jadi Kiblat Baru Ekonomi Syariah, Pakar IPB Jelaskan Ini!

Azis Muslim | 26 Januari 2021, 18:15 WIB
Mampukah Indonesia Jadi Kiblat Baru Ekonomi Syariah, Pakar IPB Jelaskan Ini!

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menargetkan Indonesia bisa menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di dunia pada 2024.

Namun, untuk menjadi kiblat baru dunia bagi keuangan dan ekonomi syariah bukan merupakan perkara gampang.

Kawasan Asia Tenggara, ada Malaysia yang sudah lebih dulu menjadi rujukan keuangan dan ekonomi syariah, belum lagi negara-negara Timur Tengah,semisal Arab Saudi.

Pakar Ekonomi Syariah sekaligus dosen IPB University dari Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Irfan Syauqi Beik mengatakan Indonesia telah melakukan beberapa hal untuk menjadi pusat keuangan dan ekonomi syariah global. Langkah-langkah ini didasarkan kepada roadmap, yaitu Master Plan Ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.

"Dengan road map yaitu master plan ekonomi, Indonesia pada 2024 dapat menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia," ujarnya kepada Akurat.co, Selasa (26/1/2021).

Irfan menjelaskan kesiapan Indonesia untuk bisa menjadi pusat global ekonomi dan keuangan syariah dapat dilihat dari beberapa hal, diantaranya; pertama dengan menggencarkan literasi dan edukasi dengan tujuan membangun kesadaran pentingnya mempraktikkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

"Indonesia harus menjadi negara yang leading country, negara yang unggul. Kalau kita menjadi produsen industri halal, maka Indonesia harus menjadi nomor satu di dunia industri halal dunia. Indonesia punya potensi yang sangat luar biasa," katanya.

Kedua adalah persiapan dari sisi industri, para pelaku sektor ril perekonomian seperti industri halal maupun keuangan syariah atau pasar modal syariah. Para pelaku usaha harus memulai mengubah paradigma yang tadinya hanya idiologis, tapi harus melihat paradigma benefit, kemanfaatan dan kemaslahatan.

"Mereka para pengusaha dapat menjadi bagian dari gerbong gerakan ekonomi syariah," katanya.

Ketiga, adalah persiapan dari sisi kebijakan yang penting dan pundamental. kebijakan semakin baik dan kebijakan afirmatif harus diperbesar skalanya.

"Insya Allah Indonesia siap menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah global," ujar Irfan.

Sebelumnya, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, Muhammad Fuad Nasar bahkan mengatakan Indonesia bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Islam dunia.

"Potensi nasional ini sebuah kekuatan bagi bangsa Indonesia sejalan dengan visi untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Islam dunia," katanya dalam Webinar Akurat dengan tema ‘Tafsir Pemberdayaan Ekonomi’, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Fuad mengungkapkan, potensi nasional tersebut terlihat dari banyaknya jumlah lembaga amil zakat yang mencapai 539 lembaga dan tanah wakaf yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Kita memiliki potensi tanah wakaf yang luasnya begitu banyak dan tersebar di ribuan lokasi," lanjutnya.

Selain itu, untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Islam di dunia, Indonesia membutuhkan keterlibatan dari multi-stakeholder seperti Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.