Akurat

Apa Bedanya Frontiers Markets dan Emerging Market Dalam Investasi?

| 9 November 2019, 10:10 WIB
Apa Bedanya Frontiers Markets dan Emerging Market Dalam Investasi?

AKURAT.CO Setiap investor pasti mengetahui menjual saham atau membeli saham. Namun, mereka yang menginginkan keuntungan dalam jumah besar dari modal mereka mungkin harus menunggu selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk menumbuhkan dana mereka secara eksponensial jika mereka mengivestasikannya dalam saham unggulan (blue chips) seperti Microsoft atau Apple.

Maka dari itu, para investor yang agresif sering berebut mendapatkan saham perusahaan-perusahaan lebih kecil yang diperdagangkan di pasar-pasar yang tengah berkembang untuk menuai keuntungan modal sebesar mungkin.

Perusahaan-perusahaan ini sering ditemukan di 2 jenis pasar yakni Frontier Markets dan Emerging Market. Namun, jenis-jenis perusahaan yang memperdagangkan saham di kedua jenis pasar ini tidak selalu sama.

Apa itu Emerging Market

Perusahaan-perusahaan yang dipertimbangkan untuk memperdagangkan sahamnya di Emerging Market biasanya berlokasi di tempat yang disebut sebagai LEDC (less economically developed countries) atau negara-negara yang secara ekonomi kurang maju. Negara-negara seperti ini tidak memiliki kekuatan ekonomi yang setara dengan AS atau Jepang tetapi mereka masih dalam perjalanan mengokohkan pasar agar lebih stabil dan mantap.

Sektor pasar dunia ini menyimpan risiko yang lebih tinggi, tetapi juga memberikan keuntungan yang lebih menggiurkan.

Apa itu Frontier Markets

Tidak ada definisi baku untuk "Frontier Markets", tetapi intinya Frontier Markets adalah terdiri dari perusahaan-perusahaan dan investasi di negara-negara yang secara ekonomi bahkan kurang maju dibandingkan negara-negara Emerging Market. Banyak dari Frontier Markets yang tidak memiliki pasar sahamnya sendiri.

Sejak September 2013, Morgan Stanley memiliki daftar 28 negara yang tergolong dalam frontier markets, yakni Kroasia, Tunisia, Pakistan dan Kenya. Frontier markets termasuk pasar paling berisiko di dunia untuk berinvestasi.

Mereka memiliki jumlah investor dan kepemilikan investasi yang paling sedikit dan mungkin bahkan tidak memiliki pasar saham untuk menjualbelikan sahamnya sendiri. Sebagian besar Frontier Markets mencakup saham perusahaan keuangan, telekomunikasi dan konsumsi yang bisa bersandar pada pembayaran bulanan dari pelanggannya.

Kepemilikan investasi di sektor ini umumnya tidak likuid, tidak transparan dan terimbas tingkat regulasi yang rendah dan biaya transaksi yang tinggi. Mereka juga bisa jadi meliputi risiko mata uang dan politik yang tinggi, dan maka dari itu kurang sesuai untuk investor pemula dalam banyak kasus.

Apakah Perbedaan Dalam Perkembangan Keduanya

Meskipun kedua jenis pasar ini termasuk dalam sektor umum yang sama dalam pasar ekonomi dunia, terdapat sejumlah perbedaan antara keduanya. Emerging Markets memberikan likuiditas dan stabilitas yang lebih baik daripada Frontier Markets.

Namun seiring dengan waktu, banyak analis keuangan yang yakin bahwa sebagian emerging markets telah mencapai tingkat kematangan sehingga sudah siap bersaing dengan pasar AS dan gagal memberikan tingkat diversifikasi yang mereka telah capai sebelumnya.

Frontier Markets perlahan-lahan berkembang secara pasti mengisi jurang perbedaan ini bagi para investor jangka panjang yang ingin mencari untung dari modalnya yang mayoritas tidak berkorelasi dengan ekonomi dunia secara umum.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.