Rosan: SWF Dunia Umumnya Punya Saham Bursa, Danantara Kaji BEI

AKURAT.CO Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan Sovereign Wealth Fund (SWF) di berbagai negara umumnya memiliki porsi kepemilikan di bursa efek.
Model tersebut dinilai sebagai praktik umum dalam pengelolaan bursa modern, termasuk yang akan diterapkan di Indonesia melalui demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Kami lihat juga kan hampir di semua bursa lainnya di dunia ini Sovereign Wealth Fund-nya itu memang ikut ya. Range-nya bisa 15 persen, ada yang 25 persen, ada yang 30 persen, ada yang lebih dari itu,” ujar Rosan.
Baca Juga: Kuasai Hingga 30 Persen Kapitalisasi, Danantara Dukung Reformasi Pasar
Terkait potensi keterlibatan Danantara, Rosan menegaskan pihaknya belum mengambil keputusan final dan masih melakukan kajian mendalam. Sejumlah aspek akan dipertimbangkan, termasuk valuasi serta kesesuaian dengan kebijakan investasi lembaga tersebut.
“Mengenai demutualisasi kita akan mempelajari terlebih dahulu seberapa persen kita ingin masuk. Kan kita juga tentunya lihat kriteria-kriteria pada saat kita masuk, dan berinvestasi,” katanya.
Sebagaimana diketahui, pemerintah menargetkan proses demutualisasi BEI dapat diproses pada 2026 setelah regulasi pendukung rampung.
Skema ini mengubah status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan menjadi perusahaan yang kepemilikannya dapat dipegang publik atau investor lain.
Baca Juga: OJK Buka Peluang Danantara Jadi Pemegang Saham BEI Usai Demutualisasi
Rosan menyebut, pemisahan antara anggota bursa dan pemilik merupakan bagian penting dari reformasi tata kelola. Dengan struktur baru, pengelolaan bursa diharapkan lebih independen serta mampu memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








