IHSG Tembus 9.000, Purbaya: Akan Berkelanjutan Terus Naik
Hefriday | 8 Januari 2026, 21:16 WIB

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan tonggak sejarah baru setelah menembus level 9.000 pada perdagangan Kamis (8/1/2026).
Penguatan ini memperkuat optimisme pemerintah bahwa pasar saham domestik masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren positif sepanjang tahun 2026. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, kenaikan IHSG tidak bersifat sesaat.
Menurutnya, pergerakan indeks yang mampu menembus rekor tertinggi mencerminkan kepercayaan investor yang semakin solid terhadap prospek perekonomian nasional.
“Sepertinya akan berkelanjutan terus kenaikannya di tahun 2026 ini. Kalau Anda lihat sempat menembus 9.000,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Purbaya menjelaskan, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa sentimen pasar terhadap Indonesia telah pulih secara bertahap.
Investor dinilai mulai merespons positif berbagai indikator makroekonomi yang menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya. Dirinya menambahkan, penguatan kepercayaan tersebut tidak terlepas dari dampak program pembangunan yang telah dijalankan pemerintah secara konsisten.
Berbagai kebijakan fiskal dan proyek strategis nasional dinilai mulai memberikan efek nyata terhadap aktivitas ekonomi. “Mereka melihat kita bekerja dengan serius, dan dampaknya kepada perekonomian sudah mulai kelihatan,” kata Purbaya.
Pada perdagangan Kamis pagi, IHSG tercatat menguat meski mayoritas bursa saham di kawasan Asia dan global bergerak melemah. Kondisi ini menunjukkan adanya faktor domestik yang cukup kuat dalam menopang kinerja pasar saham Indonesia.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menyampaikan, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Menurutnya, kombinasi sentimen domestik dan teknikal pasar masih memberikan ruang bagi indeks untuk bergerak positif.
Dari sisi global, pasar keuangan sempat dibayangi sentimen negatif menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana penyerahan hingga 50 juta barel minyak dari otoritas sementara Venezuela ke AS.
Langkah tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kelebihan pasokan minyak di pasar global.
Selain itu, tekanan juga datang dari sikap Trump yang menegaskan tidak akan mengizinkan perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan pembelian kembali saham (buyback) sebelum menyelesaikan sejumlah keluhan pemerintah terhadap industri tersebut.
Dari dalam negeri, pemerintah berencana memangkas target produksi mineral dan batu bara yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan komoditas tambang.
Langkah pengendalian produksi tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan harga mineral dan batu bara yang sempat tertekan pada tahun sebelumnya akibat kelebihan pasokan. Kebijakan ini dinilai berpotensi memberikan sentimen positif bagi saham-saham sektor pertambangan.
Dengan kombinasi optimisme pemerintah, dukungan kebijakan domestik, serta respons positif investor, pasar saham Indonesia diproyeksikan tetap resilien di tengah dinamika global. IHSG pun diharapkan mampu mempertahankan momentum penguatannya sepanjang 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









