Menara Syariah PIK2 Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lewat Kerja Sama Lima Asosiasi

AKURAT.CO Upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional mendapat dorongan baru lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menara Syariah PIK2 dan lima asosiasi syariah.
Acara berlangsung di kawasan Islamic Financial Center, pusat ekonomi syariah terbesar se-Asia Tenggara.
Lima asosiasi yang terlibat meliputi Asosiasi Fintech Syariah Indonesia, Asosiasi Blockchain Syariah Indonesia, Asosiasi Aset Kripto Syariah Indonesia, Asosiasi Koperasi Syariah Indonesia, dan Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat standar, inovasi, serta integrasi sektor keuangan dan teknologi syariah.
Komisaris PT FIN Centerindo Satu (Menara Syariah), Harianto Solichin, menegaskan pentingnya penyatuan kekuatan seluruh pelaku industri.
“Kita mampu menjadi nomor satu di dunia dalam ekonomi syariah, asalkan seluruh elemen bisa disatukan,” ujar Harianto, dikutip pada Selasa (18/11/2025).
Ketua Umum ABSI, Jodhi Adhikaprana Sardjono, menyoroti pentingnya penyelarasan nilai syariah dan perkembangan teknologi.
“Teknologi dan prinsip syariah harus berjalan seiring agar tetap relevan,” jelas dia.
Baca Juga: Buruh Tolak Kenaikan Upah Minimum 2026 di Bawah Rp100 Ribu
Sementara itu Ketua AFSI, Ronald Yusuf Wijaya, menilai Menara Syariah dapat menjadi pusat kolaborasi nasional.
“Tempat ini berpotensi menjadi center of collaboration bagi pengembangan ekonomi syariah,” kata Ronald.
Ketua AKSI, Dea Saka Kurnia Putra, mengingatkan MoU harus diikuti langkah implementatif.
“Kami berharap kerja sama ini berlanjut pada implementasi nyata, bukan hanya administratif,” terang Dea.
Dari sektor pelayanan keuangan syariah, HIMBARSI melihat peluang peningkatan kapasitas industri BPRS.
Bendahara umum mereka, Dewi Mardalela, menyebut ruang kolaborasi cukup luas.
“Akan ada riset, seminar, dan pengembangan proyek layanan BPRS yang bisa dikerjakan bersama,” ujar Dewi.
Ketua AKSYINDO, Sutjipto, menekankan posisi ekonomi syariah sebagai sistem yang kokoh secara prinsip.
“Ekonomi syariah pasti berkah karena mengikuti aturan bermuamalah,” jelas dia.
Universitas Tazkia juga menyambut kerja sama tersebut sebagai peluang integrasi akademik dan industri.
Wakil Rektornya, Yaser Taufik Syamlan, menyebut peningkatan kompetensi SDM bisa dilakukan melalui kerja sama riset dan prototipe.
Baca Juga: Puan Bantah Pengesahan RUU KUHAP Terburu-buru: Prosesnya Berjalan Hampir 2 Tahun
“Kami ingin hasil MoU ini dapat diterapkan dalam pengembangan kurikulum,” papar Yaser.
Sementara itu Ketua BPH DSN-MUI, Adiwarman A Karim, menilai Indonesia berada pada posisi strategis dalam ekonomi syariah global.
“Indonesia berpotensi masuk jajaran lima besar ekonomi syariah dunia karena sumber daya dan teknologi kita unggul,” kata Adiwarman.
Penandatanganan MoU ini menegaskan peran Menara Syariah PIK2 sebagai simpul kolaborasi industri syariah nasional.
Ekosistem yang terbangun diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag









