Merencakan Pensiun Dini Baiknya Sebelum Atau Sesudah Menikah? Ini Yang Benar

AKURAT.CO Banyak orang berpikir perencanaan pensiun dini baru bisa dimulai setelah menikah dan memiliki kestabilan finansial. Padahal, justru sebelum menikah adalah waktu terbaik untuk merancang strategi pensiun yang matang.
Dengan tanggungan yang masih minim dan pengeluaran yang lebih fleksibel, masa lajang menjadi kesempatan emas untuk membangun pondasi keuangan yang kuat di masa depan.
1. Tentukan Tujuan dan Gaya Hidup Setelah Pensiun
Mengutip berbagai sumber, Senin (27/10/2025), langkah pertama dalam merencanakan pensiun dini adalah menetapkan tujuan yang jelas. Pikirkan seperti apa gaya hidup yang diinginkan setelah pensiun—apakah ingin tetap tinggal di kota, pindah ke daerah yang tenang, atau bahkan memulai usaha kecil.
Baca Juga: 3 Kesalahan Umum Penyebab Gagal Pensiun Dini
Dengan menentukan tujuan, kamu bisa memperkirakan berapa banyak dana yang perlu dikumpulkan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya.
Selain itu, penting untuk memahami bahwa pensiun bukan berarti berhenti bekerja sepenuhnya. Bagi sebagian orang, pensiun dini bisa berarti beralih ke pekerjaan yang lebih santai atau mengikuti passion yang selama ini tertunda.
2. Mulai Investasi Sejak Dini dan Konsisten
Semakin awal seseorang mulai berinvestasi, semakin besar potensi keuntungannya karena efek compounding atau bunga berbunga.
Saat masih lajang, beban pengeluaran biasanya belum sebanyak ketika sudah berkeluarga. Inilah waktu terbaik untuk menyisihkan sebagian pendapatan ke dalam instrumen investasi seperti reksa dana, saham, atau obligasi.
Konsistensi menjadi kunci utama. Tak perlu menunggu gaji besar untuk mulai berinvestasi, yang penting adalah rutin dan disiplin. Seiring waktu, hasil investasi akan bertumbuh dan menjadi modal penting untuk mewujudkan pensiun dini.
3. Kelola Keuangan dengan Bijak dan Hindari Gaya Hidup Konsumtif
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan anak muda adalah mengabaikan pengelolaan keuangan karena merasa masih memiliki banyak waktu.
Padahal, kebiasaan kecil seperti membuat anggaran bulanan dan mencatat pengeluaran bisa membantu mengontrol keuangan lebih baik.
Selain itu, hindari gaya hidup konsumtif yang tidak perlu. Gunakan prinsip pay yourself first—sisihkan uang untuk tabungan atau investasi sebelum membelanjakan untuk kebutuhan lain.
Dengan cara ini, keuangan akan lebih terarah dan tujuan pensiun dini bisa tercapai lebih cepat.
Laporan: Nora Niswatun Choirina/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








