Bea Cukai Intensifkan Patroli dan Pemindaian Tekan Peredaran Balpres Ilegal

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Bea dan Cukai meningkatkan langkah pengawasan dan penegakan hukum untuk menekan maraknya penyelundupan pakaian bekas (balpres) ilegal ke Indonesia.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama mengatakan, balpres menjadi salah satu komoditas penyelundupan yang paling sering ditemukan.
Sehingga, lanjut Djaka, pengawasan akan terus diperkuat di seluruh wilayah di Indonesia.
“Untuk memberantas penyelundupan, kami akan memperkuat patroli laut, pengawasan terminal peti kemas, dan pemanfaatan teknologi pemindaian. Konsistensi penegakan hukum dan sinergi antarinstansi menjadi kunci,” ujar Djaka di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Baca Juga: BNI dan Bea Cukai Fasilitasi UMKM Jateng ke Pasar Global
Sebagai informasi, Penindakan terbaru dilakukan pada 9–12 Agustus 2025 di Pelabuhan Tanjung Priok. Bea Cukai bersama TNI AL berhasil mengamankan 747 bal pakaian dan aksesori bekas serta delapan bal tas bekas senilai Rp1,51 miliar.
Bea Cukai mencatat, sepanjang 2024–2025 ada 2.584 kali penindakan dengan total barang bukti 12.808 koli senilai Rp49,44 miliar.
Bahkan tahun ini, ada enam penindakan besar berhasil dilakukan penindakan di Makassar, Pangkalan Bun, Tol Cikampek, Subang, Dumai, dan Kalimantan Barat.
Baca Juga: Komisi XI dan Pemerintah Sepakati Kenaikan Target Penerimaan Bea Cukai di 2026
Djaka menegaskan bahwa upaya tersebut juga untuk melindungi industri tekstil dalam negeri dari ancaman barang impor ilegal yang dapat menekan harga pasar.
“Kami ingin menciptakan iklim perdagangan yang sehat sekaligus menjaga perekonomian nasional,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana









