Akurat Logo

Berkah Ramadan 2025, Bitcoin Berpotensi Tembus USD100.000

Hefriday | 6 Maret 2025, 18:34 WIB
Berkah Ramadan 2025, Bitcoin Berpotensi Tembus USD100.000

AKURAT.CO Bulan Ramadan 2025 diperkirakan membawa dinamika baru bagi pasar kripto.

Berbeda dari tren tahun-tahun sebelumnya yang cenderung melemah, momentum tahun ini justru dinilai bisa dimanfaatkan oleh investor dan trader untuk tetap aktif di pasar.  

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai bahwa volatilitas yang masih tinggi membuka peluang bagi para pelaku pasar untuk menyusun strategi perdagangan yang lebih optimal.
 
Dengan memahami pola historis Bitcoin selama Ramadan dan menerapkan manajemen risiko yang baik, investor bisa tetap meraih keuntungan.  
 
"Selama empat tahun terakhir, harga Bitcoin cenderung mengalami pelemahan di bulan Ramadan akibat berkurangnya aktivitas trading. Namun, Ramadan 2025 diperkirakan berbeda karena adanya momentum bullish yang cukup kuat," kata Fyqieh di Jakarta, Kamis (6/3/2025). 
 
 
Berdasarkan data historis, harga Bitcoin mengalami penurunan selama bulan puasa dalam beberapa tahun terakhir.
 
Pada 2021, aset kripto terbesar ini turun 5,29%, lalu melemah lebih dalam pada 2022 dengan penurunan 16,05%. Tren negatif berlanjut pada 2023 dan 2024, masing-masing turun 1,99% dan 4,09%.  
 
Namun, kali ini pasar menunjukkan pola yang berbeda. Bitcoin baru saja mencatat lonjakan hampir 8% dalam sehari, menembus kembali level USD90.000 setelah sempat turun di bawah USD80.000.
 
Pemulihan ini dipicu oleh spekulasi seputar kebijakan pro-kripto yang diusulkan Presiden AS, Donald Trump.  
 
Pada 1 Maret, Trump mengumumkan rencana untuk membentuk cadangan kripto nasional. Pernyataan ini langsung mendorong harga Bitcoin naik 12%, dari USD85.000 ke USD95.000.
 
Selain itu, agenda White House Crypto Summit yang akan digelar dalam waktu dekat juga menjadi faktor yang bisa menggerakkan pasar.  
 
Dalam pertemuan tersebut, Trump diperkirakan akan mengumumkan kebijakan strategis terkait regulasi kripto. Jika kebijakan ini mendukung pertumbuhan aset digital, pasar bisa merespons dengan optimisme lebih tinggi, yang berpotensi mendorong Bitcoin ke level psikologis USD100.000.  
 
Selain faktor kebijakan AS, dinamika ekonomi global juga turut berperan dalam pergerakan harga kripto. Pemerintah AS baru-baru ini menaikkan tarif impor sebesar 25% untuk barang dari Kanada dan Meksiko.
 
Kebijakan ini diperkirakan akan mengubah pola perdagangan global, yang pada akhirnya dapat memengaruhi pasar aset digital.  
 
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level USD87.190 setelah mengalami tekanan jual yang cukup tinggi di pasar spot.
 
Namun, jika momentum bullish terus berlanjut, aset digital ini berpotensi menguji resistensi di level USD94.833. Jika level ini berhasil ditembus, Bitcoin bisa melanjutkan reli hingga USD99.472.  
 
Fyqieh juga mengingatkan bahwa meski tren bullish terlihat menjanjikan, pasar kripto tetap memiliki volatilitas yang tinggi. Ketidakpastian menjelang White House Crypto Summit pada 7 Maret bisa memicu reaksi pasar yang tidak terduga. 
 
"Jika ekspektasi investor terhadap kebijakan baru tidak terpenuhi, tekanan jual dapat meningkat, yang berisiko menekan harga Bitcoin kembali ke level USD78.179," tukasnya. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa