Perdagangan Saham Pekan Ini Lebih Singkat, Analis Waspadai 3 Sentimen Berikut

AKURAT.CO Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada minggu yang hanya akan berlangsung selama 3 hari perdagangan pekan ini perlu diwaspadai.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Dimas Krisna Ramadhani mengimbau para trader untuk memerhatikan tiga sentimen yang diprediksi akan memengaruhi pergerakan saham. Pertama, sentimen PDB Indonesia Kuartal I-2024.
Kedua, sentimen agenda penting emiten, seperti ex-date dividen UNTR dan RUPS TPIA. Dan ketiga, sentimen pandangan beberapa pejabat The Fed terhadap kondisi perekonomian.
Baca Juga: IHSG Naik 1,4 Persen ke 7.134,724 dalam Sepekan
"Pandangan mereka dapat menjadi katalis bagi pasar dan menentukan arah pergerakan selanjutnya," ungkap Dimas dikutip Senin (6/5/2024).
PT Indo Premier Sekuritas pun merekomendasikan tiga saham untuk 3 hari perdagangan hingga Rabu, 8 Mei 2024 sebagai berikut.
- Buy on Breakout ESSA (Support: 770, Resistance: 900)
- Buy PGAS (Support: 1.450, Resistance: 1.650)
- Buy on Pullback GOTO (Support: 61, Resistance: 72)
Adapun pada perdagangan pekan lalu IHSG ditutup di level 7.134, menandai kenaikan sebesar 1,6% dalam seminggu Pada Jumat, (3/5/2024). Menurut Dimas, IHSG saat ini sedang menguji support MA200 daily yang berada di level 7.050.
"Apabila tidak mampu bertahan maka IHSG berpotensi untuk terus turun ke 6.800 - 6.900," imbuh Dimas.
Penguatan IHSG pada pekan lalu menurutnya didorong oleh dua saham unggulan, yaitu IDX Healthcare yang naik 7% dan IDX Energy yang naik 2,5%.
"Kenaikan saham MIKA yang naik sebesar 5 persen dalam seminggu setelah melaporkan capaian kinerja kuartal 1 yang berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 25 persen menjadi pendorong utama kenaikan IDX Healthcare," jelas Dimas.
Sementara itu, IDX Energy mengalami kenaikan sebesar 2,5% yang disebabkan oleh kenaikan saham PGAS sebesar 17% pasca laporan kinerja kuartal 1 2024 yang mencatatkan kenaikan laba sebesar 40% YoY.
Namun, tidak semua sektor menunjukkan performa positif. IDX Transport dan IDX Consumer Cyclical merupakan dua top losers pada pekan lalu. IDX Transport melemah -1,06% sedangkan IDX Consumer Cyclical turun sebesar -0,4%.
"IDX Transport sedang mengalami downtrend kuat dalam jangka pendek dan berpotensi untuk terus melanjutkan penurunan hingga area support di level 1200," kata Dimas.
Di sisi lain, IDX Consumer Cyclical juga mengalami downtrend kuat dan berpotensi untuk melanjutkan penurunan hingga level 720.
Menurut Dimas, ada tiga sentimen yang membuat pasar menguat pada pekan lalu. Pertama, keputusan suku bunga The Fed yang memutuskan untuk menahan suku bunga acuan, memberikan optimisme terhadap pasar.
Kedua, laporan kinerja kuartal I-2024 dari beberapa emiten di IHSG, di antaranya BMRI dan BBNI yang mencatatkan kenaikan laba.
Dan ketiga, data non-farm payroll AS bulan April yang menunjukkan tambahan tenaga kerja yang lebih rendah dari ekspektasi, mengindikasikan potensi penurunan suku bunga yang lebih besar dari The Fed.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







