OJK Perpanjang Regulatory Sandbox Demi Kemajuan Industri

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang implementasi Regulatory Sandbox sebagai upaya lanjutan dalam mengelola inovasi di sektor keuangan.
Regulatory Sandbox, sebuah mekanisme pengujian yang diterapkan oleh OJK, bertujuan untuk menilai keandalan proses bisnis di tengah tantangan teknologi dan perubahan pasar yang dinamis.
Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto di OJK, Djoko Kurnijanto mengungkapkan Regulatory Sandbox memberikan platform bagi pelaku industri untuk menguji dan mengembangkan produk serta layanan keuangan baru tanpa terbebani oleh regulasi yang ketat.
Baca Juga: Regulatory Sandbox Kurangi Dampak Ketiadaan Regulasi Pendukung Ekonomi Digital
Langkah ini memungkinkan eksperimen yang terkendali, sehingga OJK dapat mengevaluasi risiko dan manfaat dari inovasi sebelum diterapkan secara luas.
Selanjutnya, ia mengungkapkan langkah ini merupakan bagian dari upaya proaktif untuk menjaga stabilitas sektor keuangan sambil mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi. Dengan memberikan ruang bagi inovasi, OJK berharap dapat memperkuat daya saing sektor keuangan di era digital.
"Regulatory Sandbox memberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk berinovasi tanpa terlalu khawatir akan risiko yang terlalu tinggi. Ini adalah langkah penting untuk menjaga daya saing sektor keuangan," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor OJK, Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Melalui langkah ini, OJK bertujuan untuk memperkuat infrastruktur keuangan yang tangguh sambil memfasilitasi inovasi yang bertanggung jawab demi kepentingan konsumen dan stabilitas pasar secara keseluruhan.
Diharapkan, langkah ini akan mendorong perkembangan sektor keuangan yang lebih dinamis dan inklusif di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia









